Badung Segera Bangun 5 Taman Air Mancur Spektakuler

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Uji coba atraksi air mancur berjoget di Taman Sri Baduga, Situ Buleud, Purwakarta, Jawa Barat, yang dilumuri cahaya lampu laser dari segenap penjuru tampak indah dan megah, Jumat malam, 8 Januari 2016. TEMPO/Nanang Sutisna

    Uji coba atraksi air mancur berjoget di Taman Sri Baduga, Situ Buleud, Purwakarta, Jawa Barat, yang dilumuri cahaya lampu laser dari segenap penjuru tampak indah dan megah, Jumat malam, 8 Januari 2016. TEMPO/Nanang Sutisna

    TEMPO.CO, Jakarta - Kabupaten Badung berancang-ancang akan membangun 5 Taman air mancur dengan tata lampu spektakuler pada 2017.

    Wabup Badung Ketut Suiasa menyatakan rencana itu‎ merupakan salah satu komitmen menjadikan Badung yang indah atau Beautiful Badung. Dikutip dari siaran pers, pembangunan taman air mancur merupakan salah satu‎ gagasan selain prioritas penanganan sampah kiriman dampak angin barat yang memenuhi Pantai Kuta.

    "Adapun taman baru akan dibangun yang dilengkapi dengan patung dan tata lampu yang spektakuler," ujarnya saat meninjau Taman Simpang Uluwatu 2 di Jimbaran.

    Suiasa mengungkapkan‎ taman-taman tersebut akan digarap bersamaan dengan pembangunan patung historis Desa Adat Jimbaran, yakni Patung "dalem ireng" dan "dalem putih". Dia menegaskan rencana itu akan disosialisasikan dulu dengan masyarakat Jimbaran sebelum menjadi rencana final.

    Diharapkan Taman Simpang ikon Jimbaran juga ditata dengan lampu dan air mancur terbaik, mengingat kawasan ini adalah kawasan wisata bintang lima.

    "Gagasan lainnya yaitu pembangunan taman kota disetiap desa dan kecamatan akan dibangun pada masa kepemimpinan Giriasa dalam lima tahun pertama. Tentu pelaksanaannya dilakukan secara bertahap karena terbentur lahan," kata Suiasa yang didampingi Kadis DKP Badung Eka Merthawan.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?