Dua Mesin Baru PLTU Palu Siap Suplai Listrik Tahun Ini

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • PLTU Celukan Bawang. Facebook.com

    PLTU Celukan Bawang. Facebook.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Manager PT PLN Area Palu Novalince Pamuso berharap dua unit mesin baru Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang dikelolah PT Pusaka Jaya Palu Power segera beropersi untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat di sistem kelistrikan Palu, Donggala, Parigi dan Sigi (Palapas).

    "Mudah-mudahan pembangunannya berjalan lancar dan paling lambat pertengahan 2016, kedua unit PLTU baru yang masing-masing berkapasitas 15 megawatt (MW) tersebut sudah beroperasi," katanya di Palu, Selasa (23 Februari 2016).

    Pihak PT Pusaka Jaya Palu Power (PJPP) menargetkan Juni 2016 kedua unit mesin pembangkit yang menggunakan bahan bakar batubara itu sudah berproduksi.

    Jika kedua pembangkit itu beroperasi, maka suplai daya ke PLN akan bertambah dan ketersediaan listrik semakin besar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan industri di Kota Palu yang setiap tahunnya meningkat hingga 19 persen.

    Selama ini, kata dia, sistem kelistrikan Palapas mendapat pasokan listrik dari PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air) Sulewana Poso, PLTU Mpanau di Kecamatan Taweli dan PLTD milik PLN.

    Dalam kondisi normal, jika dua unit pembangkit PLTU yang ada sekarang ini berkapasitas 30 MW beroperasi dengan baik, mampu mensulpai daya sebesar 24 MW. Tapi sekarang ini, PLTU itu hanya mampu mensuplai daya sekitar 22 MW.

    Menurut dia, jika pembangunan dua unit PLTU selesai dan bisa beroperasi sesuai target yang diharapkan, maka sistem kelistrikan Palapas akan memiliki cadangan daya yang besar sehingga pemadaman bergilir bisa akhiri..

    "Kalaupun ada pemadaman, tingkat pemadamannya akan jauh lebih kecil dari kondisi saat ini," ujarnya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.