CIMB Niaga Tawarkan Sukuk Ritel Negara Kupon 8,3 Persen  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.COJakarta - Kepala Produk Ritel Banking PT CIMB Niaga Tbk Budiman Tanjung menawarkan Sukuk Negara Ritel Seri SR008 kepada investor. “SR008 ditawarkan untuk melengkapi dan memenuhi kebutuhan nasabah CIMB Niaga yang cenderung memilih berinvestasi di instrumen fixed income,” katanya dalam keterangan tertulis, Selasa, 23 Februari 2016.

    Menurut Budiman, pihaknya berharap mampu menjual minimal Rp 500 miliar Sukuk Negara Ritel dengan basis aset berupa proyek APBN 2016 dan barang milik negara (BMN). Ia mengklaim CIMB Niaga sudah menjadi agen penjualan Sukuk Negara Ritel sejak pertama kali diluncurkan pada 2009.

    Budiman mengatakan ada beberapa keuntungan yang didapat investor dengan membeli Sukuk Negara Ritel, di antaranya karena pemerintah menjamin pembayaran kupon dan pokok pinjaman sampai jatuh tempo. Tingkat bunga bersifat tetap hingga jatuh tempo serta kupon dibayarkan setiap bulan dan dapat diperdagangkan di pasar sekunder setelah satu periode imbalan.

    CIMB Niaga, kata Budiman, memberikan fleksibilitas kepada nasabah pemilik SR008. Saat nasabah membutuhkan likuiditas, bank dapat menerima SR008 sebagai salah satu jaminan untuk fasilitas pembiayaan. 

    Adapun pembayaran imbal hasil dilakukan setiap tanggal 10 tiap bulan. Jumlah imbal hasil tetap dan pembayaran pertama kali pada 10 April 2016. SR008, ujar dia, memiliki jatuh tempo pada 10 Maret 2019.

    Budiman menuturkan masa penawaran SR008 dengan tingkat kupon 8,3 persen berlangsung sejak 19 Februari hingga 4 Maret 2016. Minimum pemesanan sebesar Rp 5 juta dan maksimum Rp 5 miliar. Ia mengatakan instrumen investasi ini bisa dipesan melalui kantor cabang CIMB yang ditunjuk, bahkan mendatangi calon investor retail ke sejumlah kota agar SR008 dapat diserap investor retail dari berbagai daerah.

    DANANG FIRMANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.