Harga Terus Naik Emas, Makin Menarik Jadi Instrumen Investasi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi emas. ANTARA/Fanny Octavianus

    Ilustrasi emas. ANTARA/Fanny Octavianus

    TEMPO.COJakarta - Kenaikan harga emas semakin menarik sebagai instrumen investasi karena potensial keuntungannya cukup besar. Apalagi bagi masyarakat Bali yang gemar menyimpan emas.

    "Harga emas dunia menguat sejak awal 2016 dan melejit pada awal Februari mencapai harga US$ 1.230 per toz, naik 11-15 persen dari harga US$ 1.109 di akhir 2015," kata Kepala Butik Emas Logam Mulia PT Antam Persero Tbk Denpasar Nursyahrini Dewi, Selasa, 23 Februari 2016.

    Dalam rangka merayakan Imlek serta Hari Raya Galungan dan Kuningan, PT Antam (Persero) Tbk melalui butik-butiknya memberikan promo spesial berupa promo harga pabrik ditambah potongan Rp 5.000/gram berlaku kelipatan.

    Di Bali, PT ANTAM mampu menjual sekitar 10 kilogram emas per bulan. "Saya melihat masyarakat Bali sejak dahulu kala menyukai emas dan kerap mengoleksinya. Jadi saya rasa ini akan sangat bagus," kata Nursyahrini.

    Menyaksikan kondisi tersebut, PT Antam (Persero) Tbk membuka butik emas ke-12 di Jalan Teuku Umar Denpasar sejak November 2015 setelah yang ke-11 di Jakarta, untuk bisa mendekatkan diri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat Bali.

    Bali, yang dijuluki Pulau Kahyangan dan menjadi destinasi pariwisata terbaik kedua pada 2015, tentu akan banyak menerima kunjungan wisatawan mancanegara yang melakukan liburan sambil memburu perhiasan, baik emas maupun perak.

    Perajin Bali sangat kreatif dalam menciptakan desain atau rancangan perhiasan emas yang dipadukan dengan perak sehingga menjadi salah satu pusat kerajinan yang memiliki pangsa pasar ke mancanegara, terutama ke Singapura, Hongkong, Australia, dan Amerika Serikat.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.