Nilai Tukar Rupiah Menguat Menjadi Rp 13.403 per Dolar AS

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang karyawan money changer menghitung uang kertas Rupiah, di Jakarta, 15 Desember 2014. Majalah The Economist menyebutkan, masalah yang dihadapi Indonesia adalah pemerintahan yang birokratis, korupsi, dan infrastruktur yang tidak memadai menjadi alasan nilai tukar rupiah sangat rendah. Adek Berry/AFP/Getty Images

    Seorang karyawan money changer menghitung uang kertas Rupiah, di Jakarta, 15 Desember 2014. Majalah The Economist menyebutkan, masalah yang dihadapi Indonesia adalah pemerintahan yang birokratis, korupsi, dan infrastruktur yang tidak memadai menjadi alasan nilai tukar rupiah sangat rendah. Adek Berry/AFP/Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Nilai tukar rupiah dalam transaksi antarbank di Jakarta pada Selasa pagi menguat 35 poin menjadi Rp 13.403 per dolar Amerika Serikat.

    Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta mengatakan nilai tukar rupiah bergerak menguat terhadap dolar Amerika, seiring dengan harga minyak mentah dunia yang terapresiasi.

    "Minimnya data ekonomi domestik membuat pergerakan rupiah cenderung mengikuti dinamika perekonomian global. Harga minyak mentah dunia yang naik membantu penguatan mata uang domestik," katanya.

    Harga minyak mentah jenis WTI Crude hari ini berada di level 31,48 dolar Amerika per barel, sementara minyak mentah jenis Brent Crude di posisi 34,32 dolar Amerika per barel.

    "Diproyeksikan, penguatan rupiah berpeluang berlanjut melihat optimisme penguatan harga minyak mentah dunia," katanya.

    Ia berharap, isu negatif mengenai pembatasan maksimum margin bunga bersih (NIM) perbankan oleh regulator tidak mengganggu laju penguatan rupiah terhadap dolar Amerika.

    Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan dolar Amerika melemah setelah pernyataan pejabat Bank Sentral Amerika Serikat (The Federal Reserve) sepakat menunda kenaikan tingkat suku bunga karena besarnya tingkat volatilitas pasar.

    "Situasi itu membebani The Fed untuk mempertimbangkan laju kenaikan suku bunga sehingga membuka peluang bagi laju rupiah untuk terapresiasi terhadap dolar Amerika," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.