Kelebihan Pasokan, Peternak Ayam Rugi 50 Persen  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah anak ayam terlihat berada di dalam kotak penampungan. Saat ini peternakan di wilayah Kashmir tengah berkembang pesat, sejumlah peternakan skala kecil dan menengah bermunculan dan menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat Srinagar, Kashmir, 3 Agustus 2015. Yawar Nazir / Getty Images

    Sejumlah anak ayam terlihat berada di dalam kotak penampungan. Saat ini peternakan di wilayah Kashmir tengah berkembang pesat, sejumlah peternakan skala kecil dan menengah bermunculan dan menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat Srinagar, Kashmir, 3 Agustus 2015. Yawar Nazir / Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Permasalahan kelebihan pasokan kembali membuat harga ayam mengalami penurunan yang cukup tinggi, terutama di tingkat peternak.

    Ketua Umum Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Singgih Januratmoko mengatakan kelebihan pasokan membuat harga di tingkat peternak jatuh pada Rp 8.500–10 ribu per kilogram. Padahal, harga produksi rata-rata mencapai Rp 18 ribu per kilogram.

    “Peternak saat ini rugi 50 persen. Kami meminta agar ada langkah lain supaya harga bisa naik lagi,” kata Singgih kepada Bisnis, Senin, 22 Februari 2016.

    Langkah lain tersebut menyusul upaya pemusnahan kelebihan pasokan yang terkendala larangan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) yang dianggap sebagai bentuk persaingan tidak sehat.

    Saat ini diperkirakan jumlah pasokan mencapai 60 juta ekor per pekan. Sementara, kebutuhan di dalam negeri hanya mencapai 47 juta ekor per pekan.

    “Penurunan baru terjadi pada bulan ini, karena bulan lalu ada pengaruh dari pengurangan pasokan, tetapi tidak dilanjutkan karena masalah dengan KPPU. Hasilnya memang masalah over suplai.”

    Menurut Singgih, salah satu jalan yang paling cepat untuk mengembalikan harga ayam kembali pada posisi harga yang layak adalah dengan melakukan penyerapan ayam di rumah pemotongan ayam (RPA).

    Dengan melakukan pemotongan di RPA yang kemudian disimpan dalam cold storage, maka ayam dalam bentuk karkas dapat disimpan setidaknya dalam waktu tiga bulan ke depan.

    Penyimpanan stok tersebut diyakini tidak akan terlalu berdampak pada penurunan harga secara signifikan. Berbeda jika tidak diambil langkah apa pun, harga ayam di tingkat peternak diyakini akan semakin menurun dan menyebabkan kerugian yang lebih tinggi bagi para peternak, khususnya peternak kecil.

    Singgih mengatakan penyerapan di tingkat RPA tersebut akan menjadi tanggung jawab perusahaan-perusahaan besar yang saat ini menguasai 80 persen pasokan ayam di dalam negeri.

    Selain karena faktor volume yang besar, RPA pada perusahaan-perusahaan menggunakan sistem rantai dingin sehingga tidak boleh menjual dalam bentuk hidup, tapi dalam bentuk karkas.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?