Giring Nidji Ungkap Alasannya Investasi di Pasar Modal

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Vokalis Grup Band Nidji Giring Ganesha dan Istrinya Cynthia Riza bersama Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan Anggota Bursa BEI Hamdi Hassyabaini menyaksikan pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia, 23 Februari 2016. TEMPO/Destrianita K

    Vokalis Grup Band Nidji Giring Ganesha dan Istrinya Cynthia Riza bersama Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan Anggota Bursa BEI Hamdi Hassyabaini menyaksikan pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia, 23 Februari 2016. TEMPO/Destrianita K

    TEMPO.COJakarta - Vokalis grup band Nidji, Giring Ganesha, sudah berinvestasi di pasar modal sejak 2008. Menurut dia, menjadi investor di pasar modal dapat memberikan imbal hasil yang besar dan menjadi jaminan untuk jangka panjang.

    "Tapi ada image kalau orang menabung di saham itu setengahnya seperti judi. Karena itu, Bursa Efek mengajak saya supaya paradigma itu dilepasin semua. Menabung di saham itu gain-nya besar kalau long term," kata Giring di Bursa Efek Indonesia, Selasa, 23 Februari 2016.

    Giring bercerita, awalnya ia mengenal saham dari financial advisor Ligwina Hananto. Oleh pengatur keuangan itu, Giring dan istrinya, Cynthia, disarankan untuk mencoba berinvestasi di reksa dana. Setelah mulai mengerti, keduanya kemudian mengikuti sekolah pasar modal di Bursa Efek.

    "Dan ternyata reksa dana saham saja untungnya juga lumayan. Akhirnya, tahun 2010, saat itu istri saya yang lagi hamil juga belajar dulu di sini, kan ada sekolah pasar modal," ujarnya.

    Baca: Pemerintah Dorong Kopma Masuk Industri Digital

    Dalam berinvestasi, Giring berbagi tugas dengan istrinya. Giring meminta istrinya mengurusi reksa dana dan ia yang mengurusi saham. "Kalau sekarang, kami bagi tugas. Cynthia yang ngurusin reksa dana, saya yang saham. Saya investasi di sektor perbankan," tutur Giring.

    Giring mengatakan dia bukan tipe trading karena niatnya berinvestasi untuk jangka panjang. Itulah mengapa Bursa Efek sering meminta Giring untuk menjadi pembicara dalam sosialisasi yang dilakukan Bursa Efek dalam setiap kesempatan.

    "Karena itu, Bursa Efek suka saya jadi pembicara. Sebab, saya selalu ngomong ke anak kuliahan, kalau investasi jangan yang jangka pendek. Jangan cuma 1-2 bulan, saya pikirannya 5-10 tahun ke depan," ucapnya.

    DESTRIANITA K.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.