Waskita Ambil Alih 60% Saham Tol Pemalang-Batang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • PT Waskita Karya. TEMPO/Arnold Simanjuntak

    PT Waskita Karya. TEMPO/Arnold Simanjuntak

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Waskita Karya (Persero) Tbk melalui anak usahanya PT Waskita Tollroad menjadi pemegang saham pengendali di ruas tol Pemalang—Batang sepanjang 39,2 km setelah mengambil alih 60% saham di PT Pemalang-Batang Toll Road.

    Direktur Utama PT Waskita Karya M. Choliq mengungkapkan ruas ini menjadi proyek tol ke-12 yang diakuisisi perseroan sejak tahun lalu. Terakhir, emiten berkode saham WSKT ini mencaplok ruas tol Bogor—Ciawi—Sukabumi  sepanjang 54 km dari PT Trans Jabar Tol dengan meningkatkan kepemilikan hingga 81,64% pada Desember lalu.

    “Akuisisinya sudah selesai. Investor lama sekarang memegang 40%,”ujarnya, Senin (22 Februari 2016.

    Persetujuan kerja sama ini  kepemilikan ini telah diberikan oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat sesuai surat No KU.09.01-Mn/954 pada 22 September 2015 tentang persetujuan perubahan pemegang saham PT Pemalang Batang Toll Road. Berdasarkan surat tersebut, PT Sumber Mitra Jaya selaku pemegang konsesi Pemalang—Batang kini hanya memiliki saham 40%.

    Pihaknya menargetkan konstruksi dapat dimulai tahun ini, mengingat tol ini ditargetkan dapat beroperasi pada 2018 . Meskipun demikian, dia belum bisa memastikan kapan tepatnya pembangunan fisik dapat dimulai karena masih menunggu ketersediaan lahan.

    Choliq mengatakan pihaknya masih berencana melakukan akuisisi dua ruas tambahan pada tahun ini. Namun, dia masih enggan menyebutkan ruas tol mana yang dimaksud.

    “Kita masih sanggup satu sampai dua ruas lagi. Itu di luar proyek-proyek yang kita ikut tender seperti Legundi—Bunder,” tambahnya.

    Sebelumnya, perseroan menargetkan proses akuisisi Pemalang—Batang dapat tuntas pada akhir tahun lalu. Namun, proses perizinan ke komisaris serta penandatanganan akta jual beli nyatanya baru rampung pada pertengahan bulan ini.

    Di kesempatan yang terpisah, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna mengatakan mengonfirmasi perubahan kepemilikan pada Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) Pemalang—Batang. Dia berharap pengambilalihan oleh WSKT dapat membuat konstruksi proyek yang sempat tertunda selama 10 tahun ini berjalan sesuai target.

    “Pak Menteri sudah menyetujui Waskita masuk di Pemalang—Batang. Prosesnya sedang berlangsung, harusnya dalam waktu dekat sudah selesai. Lahan dibebaskan sambil berjalan,” ujarnya belum lama ini.

    Menurut data BPJT, tol Pemalang—Batang yang menelan biaya investasi senilai Rp4,08 triliun dan biaya konstruksi Rp2,27 triliun. Sayangnya, lahan yang telah dibebaskan baru sekitar 4,25%, yang terdiri dari 2,84% di seksi I Pemalang—Pekalongan dan sisanya di seksi II Pekalongan—Batang.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.