Pertamina Bersiap Luncurkan Solarlite

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas SPBU usai mengisi bahan bakar jenis solar pada sebuah kendaraan di kawasan Kuningan, Jakarta, 31 Juli 2014. Mulai 1 Agustus 2014, penjualan BBM subsidi jenis solar di SPBU hanya dilakukan pada pukul 08.00-18.00. TEMPO/Tony Hartawan

    Petugas SPBU usai mengisi bahan bakar jenis solar pada sebuah kendaraan di kawasan Kuningan, Jakarta, 31 Juli 2014. Mulai 1 Agustus 2014, penjualan BBM subsidi jenis solar di SPBU hanya dilakukan pada pukul 08.00-18.00. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.COJakarta - Setelah memasarkan Pertalite, PT Pertamina (Persero) akan meluncurkan bahan bakar jenis baru untuk mesin diesel bernama Solarlite. Menurut Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Ahmad Bambang, Solarlite diluncurkan untuk menekan konsumsi solar bersubsidi oleh kendaraan bermotor. "Angka pengurangannya sedang kami perhitungkan," katanya saat berkunjung ke kantor Tempo, Kamis pekan lalu.

    Ahmad mengklaim Solarlite memiliki spesifikasi lebih baik daripada solar bersubsidi, tapi harganya lebih murah daripada Pertamina Dex yang sudah dipasarkan sejak 2005. Bilangan cetane (ukuran tingkat kepekaan terhadap pembakaran) Solarlite mencapai 51, jauh lebih tinggi daripada solar bersubsidi 46-48, dan terpaut tipis dengan Pertamina Dex yang memiliki bilangan cetane 53. 

    Baca: Direktur Migas: Penetapan Harga BBM Dilakukan per Tiga Bulan

    Saat diluncurkan nanti, Solarlite kemungkinan dibanderol Rp 7.000 per liter, lebih murah daripada Pertamina Dex yang dipatok Rp 9.600 per liter.

    Pada Maret mendatang, kata Bambang, Pertamina akan menguji penggunaan Solarlite untuk angkutan umum dan kendaraan bermotor pribadi bermesin diesel. "Terutama sport utility vehicle (SUV) kelas menengah ke atas yang semakin banyak," ujar Ahmad. 

    Ahmad meyakinkan peluncuran Solarlite tak akan mengganggu program pencampuran solar dengan biodiesel 20 persen (B20), yang menjadi target pemerintah tahun ini. Pertamina akan mengusulkan dua jenis Solarlite: memakai biodiesel atau tanpa campuran biodiesel. "Terserah pemerintah mau pakai yang mana." 

    ROBBY IRFANY | PRAGA UTAMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.