Buah Manggis dan Rambutan Lebak Tembus Pasar Mancanegara  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi buah manggis (Garcinia Mangostana). ANTARA/Irwansyah Putra

    Ilustrasi buah manggis (Garcinia Mangostana). ANTARA/Irwansyah Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Produk komoditas buah manggis dan rambutan "tangkue" asal Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, menembus pasar mancanegara karena permintaan pasarnya cukup tinggi.

    "Kami bangga produk komoditas Lebak bisa menembus pasar luar negeri itu," kata Kepala Bidang Produksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Asep Suryana di Lebak, Senin, 22 Februari 2016.

    Selama ini, komoditas buah manggis dan rambutan tangkue merupakan andalan petani Kabupaten Lebak hingga mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat juga penyerapan lapangan pekerjaan.

    Sentra produk komoditas unggulan daerah itu tersebar di Kecamatan Maja, Curugbitung, Cipanas, Lebakgedong, Bayah, Sajira dan Rangkasbitung, dengan masa panen mulai Januari hingga April.

    Produk komoditas buah manggis kebanyakan dipasok ke negara Eropa, seperti Belanda, Jerman, Italia, Inggris dan Spanyol.

    Sebab, buah manggis itu digunakan bahan baku untuk pengobatan juga perawatan kecantikan.

    Sedangkan, rambutan tangkue ke sejumlah negara Timur Tengah, seperti Bahrain, Oman, Abu Dhabi dan Arab Saudi.

    Kelebihan rambutan tangkue asal Lebak, selain manis, organik, buahnya besar, juga tidak banyak mengeluarkan air.

    Karena itu, kata dia, permintaan pasar mancanegara cukup tinggi jika musim panen buah komoditas unggulan daerah itu.

    Mereka biasanya memakan rambutan tangkue pada malam hari bersama keluarga, karena rasanya sangat menyegarkan.

    "Semua produk komoditas manggis dan rambutan itu melalui jasa eksportir dari Jakarta," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cesium 137 dan Bahaya Radiasi Pada Tubuh Manusia

    Cesium 137 adalah bahan radioaktif yang digunakan berbagai industri dan pengobatan. Bila salah dikelola, bahan itu akan menimbulkan sejumlah penyakit.