Begini Serunya Profesi Food Photographer Ala Vika Rahma  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Food Photographer. scrumptiousfoodphotography.com

    Ilustrasi Food Photographer. scrumptiousfoodphotography.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Koki masak sebagai satu profesi yang identik dengan bidang kuliner, mungkin sudah menjadi hal yang lumrah dan biasa. Tapi sebenarnya banyak profesi lain yang juga erat kaitannya dengan dunia kuliner. Salah satunya adalah food photographer atau fotografer yang khusus memotret makanan.

    Bisa dikatakan saat ini merupakan momen kebangkitan dari profesi tersebut. Maklum, bisnis kuliner saat ini sedang berkembang secara signifikan di kota-kota besar dengan makin menjamurnya kafe-kafe dan restoran yang menawarkan menu dengan berbagai konsep dan punya keunikan tersediri.

    Peluang ini lah yang kemudian dilihat oleh Vika Rahma, salah seorang food photographer yang mulai serius menekuni profesi tersebut sejak tiga tahun lalu. Awalnya, sebagai fotografer dia belum ada minat khusus untuk memfoto makanan. Sejak 2009, ia mulai bereksplorasi di dunia fotografi dengan memtret beragam objek, mulai dari pemandang, orang, hingga produk.

    Hingga sampailah pada momen dimana ia berhasil mengabadikan sebuah gambar yang sukses membuat orang melihatnya terasa lapar. Dari situ lah ia tertantang untuk memvisualkan makanan dalam bentuk yang ‘menawan’. Ia punya kepuasan tersendiri bila hasil fotonya berhasil menggugah selera makan.

    Saat ini setidaknya beberapa restoran pernah menjajal keahlian dirinya dalam memfoto makanan. Beberapa di antaranya adalah Laguna Bay Resto, Dapur Cihuyy, Safron Kemang, Kaffeine SCBD, Pause Kedai Kopi & Makanan, hingga Bakmi Santa. Ia mengungkapkan, secara nominal, potensi ini lumayan menjanjikan. “Kebutuhan foto atas kuliner makanan lagi tinggi banget,” ujarnya.

    Sebagai fotografer yang khusus berkutat dengan bidang makanan, ia harus hafal betul bagaimana cara mengambil gambar dari sudut yang tepat. Pengambilan gambar makanan tidak bisa dilakukan sembarangan karena jika salah, bisa jadi makanan malah terlihat tidak menggiurkan atau bahkan terlihat buruk. Kemampuan teknis memotret, yang meliputi keterampilan artistik yang kuat dan jelinya mata untuk mengatur dan membingkai makanan suatu keharusan. “Kalau untuk restoran. tantangannya gimana cari angle atau sudut makanan yang bisa buat orang mau beli, tapi biasanya kalau untuk restoran semuanya sudah dikonsep dan diobrolin sejak awal.” ujarnya.

    Untuk dirinya pribadi, biasanya ia gemar melakukan latihan dengan cara membeli makanan sendiri beserta properti pendukung, untuk kemudian difoto sebagai bahan ekspiremental. Selama ini dirinya selalu terbuka untuk mencoba hal-hal baru dengan berbagai konsep yang telah ia uji cobakan.

    Kebiasaan ini cukup bermanfaat, ketika berhadapan dengan calon klien dan pengembangan diri. Hal ini lantaran terkadang ada klien yang datang sudah membawa konsep sendiri, dan keinginannya sendiri, namun ada juga yang cenderung lebih suka melihat hasil portofolio dan mendengarkan ide atau konsep masukan-masukan dari sang fotograper. “Nanti mereka tinggal kasih tambahan atau saran,” ujarnya.

    Wanita berusia 28 tahun ini juga gemar mencari inspirasi referensi-referensi foto makanan dari berbagai food fotografer lainnya. Di dalam negeri sendiri, ia menyukai Yulyan Parwati dan Togi Panjaitan. Sedangkan untuk fotografer luar negeri, ia mengagumi William dan Susan Brinson. “Sarannya untuk pemula, sering lihat referensi foto-foto makanan, lalu sering latihan. Nanti lama-lama akan ketemu gayanya. Jangan takut mencoba mengambil foto dari berbagai angle dan lighting,” ujarnya.

    Untuk branding diri, lulusan dari Advertising London School of Public Relation ini, mengatakan, lebih banyak menggunakan media sosial dan jaringan profesionalitas atau pertemanan. Di Instagramnya @Vikarahma, ia banyak mem-publish beberapa foto makanan hasil jepretannya.

    Saat ini ia aktif beraktivitas sebagai photograper in house di Femina Group, selain juga menjalankan nadelstudio.com bersama tiga rekannya. “Tapi orang tahu saya lebih seringnya dari mulut ke mulut saja,” ujarnya.

    Lantaran keahliannya mengambil gambar makanan baru-baru ini Vika diundang menjadi pembicara di acara komunitas pencinta kuliner, yaitu My Food Vibes. Dalam acara tersebut ia mempraktekan cara foto makanan dengan angle terbaik di depan para food bloggers dan social media enthusiasm yang biasa disebut dengan foodies.

    SWA.CO.ID


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.