Jabar Genjot Produksi Padi Pantura Naik Dua Kali Lipat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hamparan sawah menguning saat panen padi di daerah terdampak genangan Waduk Jatigede, Desa Cibogo, Darmaraja, Sumedang, Jawa Barat, 7 Agustus 2015. Kemarau panjang akibat dampak El Nino diprediksikan bakal mempengaruhi stok beras di masa paceklik di awal tahun depan. Idealnya Bulog memiliki stok 2,5 juta ton beras pada akhir tahun. TEMPO/Prima Mulia

    Hamparan sawah menguning saat panen padi di daerah terdampak genangan Waduk Jatigede, Desa Cibogo, Darmaraja, Sumedang, Jawa Barat, 7 Agustus 2015. Kemarau panjang akibat dampak El Nino diprediksikan bakal mempengaruhi stok beras di masa paceklik di awal tahun depan. Idealnya Bulog memiliki stok 2,5 juta ton beras pada akhir tahun. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Bandung - Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa mengatakan, pemerintah provinsi menargetkan produksi padi di kawasan pantura bisa naik dua kali lipat.

    “Indeks panen di Pantura masih 1,5 kali setahun, kita akan coba dengan pembangunan waduk bisa didorong mendekati 3 dalam setahun, setara dua kali lipatnya,” kata dia di Bandung, Senin, 22 Februari 2016.

    Iwa mengatakan, salah satunya mempercepat dukungan administrasi pada rencana membangun waduk Cipanas di Sumedang untuk melengkapi waduk Jatigede di Sumedang. “Jatigede itu mengairi Indramyau-Cirebon-Cirebon-Majalengka, sementara untuk mayarakat Sumedang belum ada,” kata dia.

    Menurut Iwa, waduk Cipanas juga ditujukan sebagai kompensasi bagi warga Sumedang yang tidak mendapat manfaat langsung pasokan air dari waduk Jatigede. “Makanya pemerintah pusat dibantu provinsi mendorong segera waduk itu diselesaikan,” kata dia.

    Iwa mengatakan, pemeirntah provinsi menargetkan Surat Keputusan Gubernur tentang penetapan lokasi waduk Cipanas bisa terbit Maret nanti. Waduk Cipanas sendiri memiliki areal genangan di Sumedang dan Indramayu. Revisi tata ruang dua daerah itu menjadi syarat penerbitan dokumen penetapan lokasi.

    Menurut Iwa, revisi tata ruang untuk areal genangang waduk Cipanas di Kabupaten Sumedang sudah tuntas. Di Sumedang misalnya areal genangan waduknya melingkupi empat desa. Sementara revisi tata ruang daerah genangan melingkupi satu desa di Indramayu sudah mendapat persetujuan buapti dan DPRD setempat. Kementerian Agraria dan Tata Ruang juga sudah menyetujui gubernur menerbitkan penetapan lokasinya. “Kita upayakan percepatan revisi tata ruangnya,” kata dia.

    Sebelumnya, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk-Cisanggarung, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Tri Sasongko Widiyanto mengatakan, pembangunan Waduk Cipanas yang lokasi genanganya berada di Sumedang dan Indramayu ditargetkan mulai dikerjakan tahun ini. “Tahun ini kita mulai. Groundbreaking mulai akhir tahun,” kata dia beberapa waktu lalu.

    Tri mengatakan, pembangunan Waduk Cipanas itu membutuhkan lahan seluas 1.700 hektare. Biaya pembangunannya yang seluruhnya berasal dari APBN, diproyeksikan menghabiskan dana hingga Rp 800 miliar.

    AHMAD FIKRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.