Gandeng Jaguar, Ini Harapan Garuda Indonesia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Range Rover yang akan menjadi limousine pengguna jasa First Class Garuda Indonesia dipamerkan dalam eksibisi pameran Mall Senayan City, Jakarta, Jumat, 19 Februari 2016. Tempo/Friski Riana

    Range Rover yang akan menjadi limousine pengguna jasa First Class Garuda Indonesia dipamerkan dalam eksibisi pameran Mall Senayan City, Jakarta, Jumat, 19 Februari 2016. Tempo/Friski Riana

    TEMPO.CO, Jakarta -Direktur Teknik dan Teknologi Informasi Garuda Indonesia Iwan Joeniarto mengharapkan kerja sama dengan Jaguar Land Rover Indonesia bisa meningkatkan jumlah penumpang Garuda kelas satu (first class).

    "Harapannya dengan servis lebih, dan branding dari Jaguar Land Rover bisa meningkatkan jumlah penumpang kelas satu sampai 50 persen," kata Iwan di Main Atrium Senayan City, Jakarta, Jumat, 19 Februari 2016.

    Menurut Iwan  jumlah penumpang kelas satu di Garuda  hanya tersedia 8 bangku dengan rata-rata yang terisi cuma 20-30 persen. Untuk itu,  pihaknya bermaksud memberikan pelayanan lebih dalam hal pengadaan kendaraan antar jemput khusus pelanggan First Class Garuda Indonesia. "Dengan adanya komplimentari akan meningkatkan servis penumpang."

    Iwan menyebutkan, layanan tersebut dikhususkan bagi penumpang kelas satu untuk penerbangan dari Jakarta-Amsterdam, Jakarta-London, dan Jakarta-Jeddah. Layanan antar jemput ini juga hanya tersedia bagi penumpang yang berada di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi dengan harga cuma-cuma. "Akan cuma-cuma sebagai tahap percobaan, lalu akan lihat reaksi premium class," ujarnya.

    Program itu akan dimulai dari 1 Maret sampai 31 Agustus 2016. Jaguar Land Rover Indonesia akan menyiapkan masing-masing 3 unit mobil Jaguar XJ dan Range Rover sebagai kendaraan antar jemput.

    FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.