Daya Saing Industri Tekstil Mengalami Kemunduran

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peragawati memperagakan pakaian dengan konsep eco fashion di atas sawah yang tercemar limbah industri tekstil besar di Kampung Cipasir, Bandung, 22 Maret 2015. Aksi ini digagas Greenpeace Indonesia dan aktivis lingkungan Pawapeling. TEMPO/Prima Mulia

    Peragawati memperagakan pakaian dengan konsep eco fashion di atas sawah yang tercemar limbah industri tekstil besar di Kampung Cipasir, Bandung, 22 Maret 2015. Aksi ini digagas Greenpeace Indonesia dan aktivis lingkungan Pawapeling. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Industri teekstil dan produk tkstil (TPT) mengalami kemunduran daya saing pada ekspor ke Uni Eropa dan Amerika Serikat yang tampak dari nilai ekspor Vietnam dua kali lebih besar dari Indonesia.

    Pangsa pasar industri TPT Indonesia di wilayah Uni Eropa dan AS terus anjlok. Penurunan tercatat 19,57% pada kuartal I periode 2013-2014 di Uni Eropa, sedangkan penurunan di pasar AS minus US$165 juta di periode yang sama.

    Namun, ekspor ke Jepang terus naik sebesar US$51 juta dolar dengan jumlah ekspor US$1,438 miliar pada 2014, tapi masih juga kalah dengan Vietnam yang mampu mencapai US$3,142 miliar di tahun yang sama.

    “Vietnam kan termasuk Less Development Country (LDC) jadi Generalized System of Preference (GSP) besar. Apalagi tarif listrik di Vietnam 6 sen/kwh, tapi di Indonesia 11 sen/kwh,” kata Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) ade Sudrajat di Jakarta pada Kamis (18 Februari 2016).

    Dia menilai realisasi free trade agreement (FTA) dengan Uni Eropa merupakan solusi yang paling memungkinkan mendongkrak kinerja ekspor.

    Menurut Ade, penurunan di China seharusnya menjadi kesempatan bagi Indonesia. “Tapi kalau Indonesia belum memiliki FTA, itu tidak akan menjadi keberkahan bagi lapangan pekerjaan dan devisa kita, tapi justru bagi negara-negara seperti Vietnam dan Myanmar yang termasuk LDC,” ujar Ade.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.