Purwakarta Siap Jadi Pabrik Gerbong Kereta Cepat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga berfoto dengan miniatur kereta cepat saat Groundbreaking Proyek Kereta Cepat di Cikalong Wetan, Bandung Barat, 21 Januari 2016. Acara ini diresmikan oleh Presiden Jokowi. AP/Dita Alangkara

    Warga berfoto dengan miniatur kereta cepat saat Groundbreaking Proyek Kereta Cepat di Cikalong Wetan, Bandung Barat, 21 Januari 2016. Acara ini diresmikan oleh Presiden Jokowi. AP/Dita Alangkara

    TEMPO.CO, Purwakarta - Bupati Purwakarta, Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengapresiasi kepastian pembangunan pabrik gerbong kereta api cepat di daerahnya. "Kami menyambut baik," katanya kepada Tempo, Jumat, 19 Pebruari 2016.

    Menurut Dedi, setelah mengetahui kepastian pembangunan pabrik gerbong kereta cepat Jakarta-Bandung tersebut, pihaknya segera melakukan langkah-langkah cepat dengan perencanaan yang tepat.

    "Beberapa hal yang dipersiapkan yakni pembuatan Rencana Tata Ruang Wilayah, ijin lokasi, Amdal dan IMB, segera dirampungkan," Dedi menegaskan komitmennya.

    Ia mengharapkan, proyek pembangunan infrastruktur kereta cepat termasuk pabrik pembuatan gerbongnya yang akan dibangun di Purwakarta, bisa menyedot tenaga kerja sekaligus mencetak para ahli asembling kereta asal Purwakarta. "Ini kesempatan emas buat para tenaga muda terampil daerah kami," Dedi mengimbuhkan.

    Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno Suwandi mengatakan, salah satu negoisasi dalam perjanjian pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung yakni pembangunan pabrik pembuatan gerbong di daerah Purwakarta. "Keputusan kita buat di Jabar, titiknya akan dibangun di Purwakarta," katanya, di Grand Royal Panghegar, Bandung, Jumat 19 Februari 2016.

    Menurut Rini, pemerintah Cina berkomitmen pembuatan gerbong tersebut diawali dengan pembuatan assambly MRT, ke depan baru hight speednya. Soal lain yang berhasil disepakati yakni pemberdayaan ahli teknologi dalam negeri sebesar 60 persen.

    Ia menjelaskan, pemerintah melalui Kementerian BUMN membentuk perusahaan gabungan yakni PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) yang berasal dari PT Wijaya Karya Tbk, PT.Jasa Marga, PT Perkebunan Nusantara VIII dan PT Kereta Api Indonesia.

    Pada akhirnya, BUMN dengan Cina membentuk perusahaan gabungan yang saat ini dinamakan PT Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC). "Semua tujuannya bagaimana kita mengembangkan Jawa Barat dengan konektivitas yang cepat, oleh karena itu kita bangun kereta cepat, harapannya bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Jawa Barat dan DKI," katanya.

    NANANG SUTISNA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.