IHSG Anjlok 1,7 Persen, Terdalam di Bursa Asia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung galeri BEI berbincang dengan latar pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 13 November 2015. ANTARA/Rosa Panggabean

    Pengunjung galeri BEI berbincang dengan latar pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 13 November 2015. ANTARA/Rosa Panggabean

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah hingga 1,7 persen atau 81,23 poin ke level 4.697,56. Penurunan tersebut merupakan penurunan paling dalam di antara bursa Asia lainnya, terkecuali Jepang, pada perdagangan hari ini, Jumat, 19 Febuari 2016.

    Pada pembukaan perdagangan pagi tadi, indeks juga menurun 0,72 persen di level 4.744,24. Indeks kemudian bergerak pada kisaran level 4.680,14-4.759,18. Dalam perdagangan hari ini, hanya 81 saham yang menguat dari 527 saham lainnya yang diperdagangkan. Sementara itu, sebanyak 194 saham melemah dan 252 saham stagnan.

    Pada perdagangan hari ini, tekanan di Bursa Efek Indonesia juga lebih kuat dibandingkan dengan indeks lainnya di bursa Asia. Indeks Shanghai Composite hanya mengalami penurunan sebesar 0,1 persen. Sementara itu, indeks Shenzhen malah naik 0,49 persen dan indeks Kospi Korea Selatan naik 0,39 persen.

    Indeks Hang Seng Hong Kong juga mengalami penurunan, yakni sebesar 0,4 persen, dan indeks Hang Seng China Enterprises juga turun 0,7 persen. Selain itu, S & P / NZX 50 Index Selandia Baru naik 0,5 persen dan S & P / ASX 200 Index Australia turun 0,8 persen. Indeks Straits Times Singapura juga naik tipis 0,11 persen.

    IHSG hari ini anjlok karena adanya target penurunan bunga kredit ke bawah 10 persen pada akhir tahun. Hal itu menimbulkan kecemasan investor atas penipisan profit margin sektor perbankan. Penurunan bunga kredit itu bertujuan untuk menghilangkan kompetisi bunga kredit antar bank bagi dana BUMN dan kementerian/lembaga.

    Analis Panin Sekuritas Purwoko Sartono mengatakan, marjin yang ditimbulkan oleh bunga kredit bisa dibatasi maksimal single digit. “Ini baru wacana, harus ada keterangan lebih jelas. Saham perbankan bisa rebound jika ternyata OJK membantah,” katanya seperti dikutip dari bisnis.com.

    Pada perdagangan hari ini, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menekan IHSG dengan penurunan sebesar 4,58 persen. Penurunan itu diikuti oleh PT Bank Mandiri Tbk yang melemah 4,37 persen. Akan tetapi, saham-saham produk konsumer bergerak menguat. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) memimpin dengan kenaikan sebesar 2,58 persen.

    BISNIS | ANGELINA ANJAR SAWITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.