Rupiah dalam Tren Menguat, Ini Faktor Pendukung  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Uang Rupiah. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Uang Rupiah. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengatakan rupiah akan bergerak stabil dengan tren menguat. Tren penguatan itu didorong oleh meningkatnya aliran modal asing ke surat berharga negara dan risiko pasar keuangan global cenderung menurun. “Tersedianya dana yang lebih besar dibanding permintaan membuat nilai tukar (rupiah) menguat,” katanya di kantornya, Kamis, 18 Februari 2016.

    Selama triwulan keempat pada 2015, nilai tukar rupiah menguat sebesar 6,27 persen point to point dan mencapai level Rp 13.785 per dolar. Agus mengatakan Januari kembali menguat sebesar 0,1 persen point to point, yang ditutup di level Rp 13.775.

    Menurut Agus, pernyataan dari otoritas moneter di luar negeri menjadi alasan lain yang berdampak pada penguatan nilai tukar rupiah. Misalnya ketika Amerika belum akan menaikkan suku bunga dalam waktu dekat, kebijakan pelonggaran kuantitatif di Eropa membuat pemilik dana dinilai nyaman memasukkan dananya pada negara yang menunjukkan prospek ekonomi baik.

    Agus berujar,  ekonomi Indonesia akan membaik. Itu berasal dari kombinasi kebijakan pemerintah dengan BI. Pemerintah memperbaiki secara struktural dengan reformasi birokrasi, sementara BI tetap berkomitmen menjaga inflasi agar terkendali.

    Selama dua pekan ini, kata Agus, terjadi deflasi sebesar 0,15 persen. Sementara itu, defisit transaksi berjalan menurun dari 2014 sebesar 3,09 persen dari produk domestik bruto tahun lalu sebesar 2,06 persen.

    DANANG FIRMANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.