Jaga Stabilitas, Peternak: HET Anak Ayam Perlu Ditetapkan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pekerja pabrik tengah memilih anak ayam, pabrik ini memproduksi ayam potong dalam jumlah yang sangat besar. Telur ayam dirawat hingga menetas, disortir kualitasnya, dipelihara hingga dewasa kemudian dipotong untuk diambil dagingnya. Naberezhnye Chelny, Rusia, 5 September 2015. Andrey Rudakov/Getty Images

    Sejumlah pekerja pabrik tengah memilih anak ayam, pabrik ini memproduksi ayam potong dalam jumlah yang sangat besar. Telur ayam dirawat hingga menetas, disortir kualitasnya, dipelihara hingga dewasa kemudian dipotong untuk diambil dagingnya. Naberezhnye Chelny, Rusia, 5 September 2015. Andrey Rudakov/Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Perhimpunan Peternak Unggas Indonesia mendesak pemerintah segera menetapkan harga eceran tertinggi (HET) ayam berumur sehari (day old chicks/DOC) dan pakan guna menopang stabilisasi harga daging ayam.

    Sekretaris Perhimpunan Peternak Unggas Indonesia (PPUI) Ashwin Pulungan mengatakan HET perlu ditetapkan mengingat gejolak harga daging ayam sering terjadi dalam beberapa tahun ini.

    Saat ini harga DOC sudah turun Rp3.500/ekor dari dua pekan lalu Rp6.000/ekor. Sedangkan harga pakan masih bertengger di kisaran Rp6.000/kg.

    "Kondisi ini membuat peternak serbasalah, karena di satu sisi penjualan DOC menurun, tapi pakan masih mahal," ujarnya kepada Bisnis, Kamis (18 Februari 2016).

    Penurunan harga DOC pun memicu harga daging ayam di pasar turun dari Rp32.000/kg menjadi Rp25.000/kg kendati sempat menembus Rp40.000/kg pada bulan lalu.

    Menurutnya, pemerintah harus secepatnya menetapkan HET DOC di kisaran Rp3.850-Rp3.950 per ekor dan pakan Rp3.800-Rp3.900 per kilogram, agar harga daging ayam tertinggi di pasar hanya di kisaran Rp32.000-Rp33.000 per kilogram.

    Ashwin menjelaskan penetapan HET merupakan salah satu instrumen untuk mengukur efisiensi di sektor perunggasan, menyusul telah berjalannya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Apabila harga ayam di Indonesia terlalu tinggi, maka tidak akan mampu bersaing dengan negara lain.

    "Kalau seperti ini terus berarti pemerintah belum mampu mengendalikan stabilitas ekonomi nasional. Padahal, negara tetangga sudah beramai-ramai melakukan efisiensi di berbagai sektor," ungkapnya.

    Kendati demikian, PPUI mengapreasiasi langkah pemerintah yang berani mengambil alih importasi bahan baku jagung lewat Bulog. Artinya, pabrik pakan tidak seenaknya memainkan harga pakan.

    Akan tetapi, kepercayaan importasi tersebut jangan sampai dimanfaatkan oleh Bulog bermain mata dengan oknum spekulan.

    Pada perkembangan terpisah, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendukung usulan peternak yang meminta HET DOC dan pakan segera ditetapkan.

    Kepala Dinas Peternakan (Disnak) Jabar Dody Firman Nugraha mengatakan usulan penetapan HET memang selama ini selalu digaungkan peternak. Namun, belum diimplementasikan oleh pemerintah pusat.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.