BPJS Ketenagakerjaan Targetkan Kelola Dana Rp 246,52 triliun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas melayani warga di Kantor Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Sulsel, 1 Juli 2015. BPJS  akhirnya secara resmi beroperasi penuh mulai 1 Juli 2015, yang ditandai dengan tambahan program Jaminan Pensiun. TEMPO/Hariandi Hafid

    Petugas melayani warga di Kantor Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Sulsel, 1 Juli 2015. BPJS akhirnya secara resmi beroperasi penuh mulai 1 Juli 2015, yang ditandai dengan tambahan program Jaminan Pensiun. TEMPO/Hariandi Hafid

    TEMPO.CO, JakartaBPJS Ketenagakerjaan menargetkan perolehan dana Rp 246,52 triliun untuk dikelola tahun ini. Jumlah tersebut tumbuh 20 persen dibandingkan perolehan dana kelolaan tahun lalu yang sebesar Rp 206,06 triliun. “Kami optimistis tahun ini kinerja akan lebih baik," kata Kepala Urusan Komunikasi Eksternal BPJS Ketenagakerjaan Irvansyah Utoh Banja di Jakarta, Kamis 18 Februari 2016.

    Dengan target tersebut, tahun ini hasil investasi BPJS Ketenagakerjaan diharapkan bisa menembus angka Rp 21,2 triliun. Jumlah tersebut meningkat 24 persen dibandingkan perolehan hasil investasi tahun 2015 yang hanya mencapai Rp17,7 triliun. "Kami optimis target ini bisa tercapai, apalagi perekonomian sudah mulai pulih dibandingkan tahun lalu yang masih terkena dampak akibat perlambatan ekonomi," ujarnya.

    Sementara untuk kepesertaan aktif ditargetkan bisa mencapai 21,9 juta atau naik 15 peraen dibandingkan jumlah kepesertaan tahun lalu sebanyak 19,1 juta. Dengan target kepesertaan tersebut, maka iuran tahun ini bisa mencapai Rp42,6 triliun atau tumbuh 17 persen dibandingkan tahun 2015 sebesar Rp 36 triliun.

    Menurut Utoh, pelambatan ekonomi dunia yang turut berimbas kepada perekonomian Indonesia sepanjang 2015 membuat instrumen investasi sulit berkembang. Sejumlah instrumen investasi bergerak negatif di tengah tekanan pasar global sepanjang tahun lalu, namun BPJS Ketenagakerjaan  mampu  mendapatkan hasil investasi sebesar 9,09 persen di atas rata-rata industri.

    Sebagai informasi, sepanjang tahun lalu kondisi perekonomian nasional masih belum kondusif sehingga menyebabkan pasar saham dan obligasi turut memburuk. Hal ini tercermin dari data Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menurun cukup dalam sebesar 12-13 persen.

    Menurut Utoh, pada 2015 BPJS Ketenagakerjaan tetap mampu mencatatkan perolehan dana investasi sebesar Rp 206,06 triliun atau meningkat 19 persen dibandingkan periode yang sama pada 2014 sebesar Rp 187,021 triliun. Sedangkan jika di rata-rata selama periode 2010-2015 (CAGR), dana investasi tumbuh 15,79 persen per tahun.

    Tahun 2015, lanjut Utoh, hasil pengembangan program Jaminan Hari Tua (JHT) mencapai 9,14 persen,  sementara program  Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)  8,38 persen dan Jaminan Kematian (JKM) 8,04 persen. Hasil pengembangan ini merupakan cerminan dari portofolio investasi yang sesuai dengan kebutuhan setiap program (Asset Matching Liabilities/ALMA) dan mengacu pada regulasi pengelolaan aset Jaminan Sosial Ketenagakerjaan yaitu PP No. 99 Tahun 2013 dan PP No. 55 Tahun 2015.

    Utoh menambahkan, dari hasil pengembangan program JHT tersebut, setelah dikurangi pencairan klaim JHT, dana operasional dan beban investasi, BPJS Ketenagakerjaan dapat memberikan imbal hasil sebesar 6,89 persen yang lebih besar dari rata-rata suku bunga deposito Bank Pemerintah.

    PINGIT ARIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kobe Bryant Sang Black Mamba: Saya Tak Ingin Jadi Michael Jordan

    Pemain bola basket Kobe Bryant meninggal pada 26 Januari 2020, dalam kecelakaan helikopter di dekat Calabasas, California. Selamat jalan Black Mamba!