Ini Alasan Pertamina Luncurkan Bright Gas di Samarinda

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja mengisi tabung Bright Gas di depot Plumpang, Jakarta, 3 November 2015. Sejak diluncurkan minggu lalu Bright Gas 5.5 kg saat ini baru beredar 20% di pasaran dari target 70.000 tabung sampai dengan akhir tahun ini. TEMPO/Tony Hartawan

    Pekerja mengisi tabung Bright Gas di depot Plumpang, Jakarta, 3 November 2015. Sejak diluncurkan minggu lalu Bright Gas 5.5 kg saat ini baru beredar 20% di pasaran dari target 70.000 tabung sampai dengan akhir tahun ini. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Pertamina Marketing Operation Region VI Kalimantan akan meluncurkan Bright Gas kemasan 5,5 Kg di Kota Samarinda pada 21 Februari mendatang.

    Pilihan lokasi peluncuran tersebut berdasarkan konsumsi Bright Gas tertinggi di Kalimantan Timur. Berdasarkan data dari Pertamina MOR VI, konsumsi Bright Gas 12,6 Kg di Samarinda sepanjang 2015 mencapai 106.904 tabung.

    “Setelah melalui evaluasi panjang, kami putuskan Kota Samarinda yang akan menjadi kota pertama tempat berlabuhnya Si Pinky di Kalimantan,” tutur Area Manager Communication and Relations Kalimantan Pertamina MOR VI Kalimantan Dian Hapsari, Kamis (18 Februari 2016).

    Acara peluncuran akan diadakan di Main Hall Big Mall Samarinda pada pukul 10.00-19.30 wita, dan dimeriahkan dengan berbagai kegiatan dan program promo. Pertamina akan memberikan hadiah kepada 100 pembeli pertama Bright Gas 5,5 Kg.

    Untuk wilayah Kaltim, Si Pinky dijual dengan harga refill sebesar Rp66.000 per tabung. Pertamina pun memfasilitasi pelanggan elpiji melon yang hendak beralih menggunakan Si Pinky. Pelanggan dapat menukar tabung gas elpiji melon dengan tambahan biaya untuk mendapatkan Si Pinky.

    Untuk wilayah Samarinda, Pertamina menyiapkan lima distributor resmi Bright Gas untuk melayani pembelian Si Pinky. Kelima distributor itu antara lain PT Irama Dunia, PT Bustani Bersaudara, PT Sumber Gas Prima, dan lain-lain.

    “Ini adalah apresiasi sekaligus kabar gembira untuk warga Samarinda. Kota tepian terpilih karena konsumsi Bright Gasnya tertinggi di Kaltim,” tutup Dian.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.