Arief Yahya: Melawan Pariwisata Malaysia Itu Bukan Main-main

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pariwisata RI Arief Yahya saat ditemui usai meninjau Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali. TEMPO/Bram Setiawan

    Menteri Pariwisata RI Arief Yahya saat ditemui usai meninjau Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali. TEMPO/Bram Setiawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pariwisata Arief Yahya akan memimpin kampanye promosi wisata ke Tanah Air agar tak kalah dengan pariwisata Malaysia. Ia yakin pariwisata nasional bisa unggul karena potensi pariwisata Indonesia sangat besar.

    "Ini direncanakan betul-betul, tidak main-main. Saya pimpin untuk hal ini," kata Yahya pada Musyawarah Daerah Asosiasi Travel (Asita) DKI Jakarta di Jakarta, Kamis, 18 Februari 2016.

    Salah satu upaya meningkatkan pariwisata Indonesia adalah dengan mengenali diri sendiri, baik kemampuan maupun kelemahan. "Kenali dirimu untuk memenangi peperangan," katanya.

    Upaya lainnya, kata dia, dengan melakukan promosi besar-besaran untuk tujuan wisata, seperti di Lombok.

    Presiden Asita Nasional Asnawi Bahar meyakini pernyataan Menteri Parwisata Arief bisa diwujudkan selama pemerintah konsisten menggarap tujuan wisata Indonesia, baik destinasi yang telah ada maupun situs wisata baru.

    Lagi pula, kata Asnawi, Indonesia memiliki banyak kelebihan dibanding Malaysia, seperti potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia pada sektor pariwisata.

    "Keunggulan kita dibanding Malaysia itu lebih banyak. Misalnya bentang alam sumber daya lebih banyak, SDM kita itu lebih merata di banyak daerah sehingga mungkin agar keunggulan itu bisa mendorong tujuan mengalahkan Malaysia," tandasnya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Catatan Kinerja Pemerintahan, 100 Hari Jokowi - Ma'ruf Amin

    Joko Widodo dan Ma'ruf Amin telah menjalani 100 hari masa pemerintahan pada Senin, 27 Januari 2020. Berikut catatan 100 hari Jokowi - Ma'ruf...