Kemenkop dan Kadin Dorong UMKM Menuju Ekonomi Digital

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama PT Saratoga Investama Sedaya, Sandiaga Uno. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Direktur Utama PT Saratoga Investama Sedaya, Sandiaga Uno. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Umum Kadin bidang Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), Koperasi, dan Industri Kreatif Sandiaga Uno menilai sektor UMKM yang tengah berkembang saat ini adalah industri kreatif, teknologi, digital, tekstil berbasis ekspor, dan pariwisata. "Kami berupaya memperbaiki daya beli masyarakat dengan memberi stimulus pada usaha mikro," katanya di Jakarta, Rabu, 17 Februari 2016.  

    Menurut Sandiaga, program kredit usaha rakyat bisa menjadi salah satu dukungan bagi UMKM. Tren yang sekarang terjadi adalah peralihan pelaku  UMKM ke arah ekonomi digital. Kadin bersama  Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah berkomitmen  mendorong UMKM menuju ekonomi digital.  

    Menurut Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Agus Muharram, pihaknya telah menggulirkan program-program unggulan untuk mengembangkan Koperasi dan UMKM. Salah satunya menargetkan penerbitan 1000 izin usaha mikro dan kecil di level camat secara gratis.

    Selain itu, kata Agus, pihaknya  sudah berkoordinasi dengan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Koordinasi itu dalam  pengurusan hak paten bagi UMKM.

    Agus berujar, pengurusan hak paten bisa dilakukan dalam waktu satu jam dan tanpa biaya. Itu dimaksudkan untuk melindungi produk UMKM ketika akan pameran di luar negeri.  

    Menurut Agus, Kadin dan Kementerian Koperasi dan UKM sudah bersinerji lama. Salah satunya bekerja sama di bidang pelatihan kewirausahaan. "Kami  memiliki program mulai dari wirausaha pemula hingga pengembangan usaha mikro dan kecil."

    DANANG FIRMANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.