Aksi Beli Saham, IHSG BEI Ditutup Naik Sebesar 20,50 Poin

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang karyawan mengamati pergerakan angka Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 2 November 2015. ANTARA FOTO

    Seorang karyawan mengamati pergerakan angka Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 2 November 2015. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup naik sebesar 20,50 poin pada Rabu, 17 Februari 2016, seiring dengan pelaku pasar asing yang melanjutkan aksi beli saham.

    IHSG ditutup naik 20,50 poin atau 0,43 persen menjadi 4.765,50, sementara kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak menguat 4,40 poin (0,53 persen) menjadi 835,52.

    "IHSG mampu bergerak positif seiring dengan masih mengalirnya dana dari investor asing ke pasar saham domestik cukup besar pada hari ini (17 Februari 2016) sebesar Rp570,313 miliar," kata Analis Reliance Securities Lanjar Nafi di Jakarta.

    Menurut dia, spekulasi dari kalangan ekonom dan investor pasar modal di dalam negeri mengenai pemangkasan kembali suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate) menjadi salah satu faktor penguatan bagi IHSG di saat mayoritas bursa Asia mengalami tekanan.

    "Berdasarkan konsensus, BI rate berpeluang besar kembali dipangkas hingga ke level 7 persen dari saat ini 7,25 persen," katanya.

    Bank Indonesia akan menggelar Rapat Dewan Gubernur (RDG) selama dua hari, yang dimulai pada Rabu (17 Februari ) ini hingga 18 Februari 2016.

    Secara teknikal, lanjut dia, saham-saham di dalam negeri berada pada area jenuh jual sehingga momentum penguatan masih cukup terbuka. Diperkirakan IHSG masih membuka peluang penguatan di kisaran 4.685-4.800 poin pada Kamis ini.

    Vice President Research and Analysis Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere mengatakan, fluktuasi harga minyak mentah dunia yang masih bertahan di area positif menjadi salah satu penopang bagi IHSG.

    Kendati demikian, lanjut dia, pelaku pasar diharapkan tetap hati-hati dalam mengambil keputusan investasi mengingat harga minyak yang merosot karena persediaan yang masih melimpah.

    Sementara itu, frekuensi saham di BEI mencapai 290.592 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 4,31 miliar lembar saham senilai Rp4,53 triliun. Efek yang bergerak naik sebanyak 159 saham, turun 121 saham, dan yang stagnan 111 saham.

    Bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng turun 197,51 poin (1,03 persen) ke level 19.924,57, dan indeks Nikkei melemah 218,07 poin (1,36 persen) ke level 16.836,36, Straits Times melemah 34,16 poin (1,29 persen) ke posisi 2.610,42.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.