Hingga 20 Tahun Mendatang, Asia Tenggara Butuh 3.750 Pesawat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Prajurit berjaga di dekat pesawat Boeing 737 - 500 seusai serah terima pesawat di Pangkalan udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, 7 Januari 2016. ANTARA FOTO

    Prajurit berjaga di dekat pesawat Boeing 737 - 500 seusai serah terima pesawat di Pangkalan udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, 7 Januari 2016. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Boeing memperkirakan permintaan pesawat komersil untuk Asia Tenggara termasuk Indonesia akan mencapai 3.750 unitb dalam 20 tahun mendatang. Demikian dikemukakan Senior Vice Presiden Boeing untuk Asia Pasifik dan India Dinesh Keskar pada ajang pameran dirgantara Singapore Airshow 2016, Rabu (17 Februari 2016).

    Menurutnya, sebanyak 76% di antara pesawat jet tersebut akan berupa pesawat narrow body. "Nilai transaksi dari seluruh pesawat jet baru di Asia Tenggara akan mencapai US$ 550 miliar," ujarnya.

    Untuk Indonesia, sedikitnya 40 pesawat Boeing jenis 373-800/90ER dan 201 jenis Boeing Max telah dipesan oleh sejumlah maskapai penerbangan berbiaya murah (LCC) merujuk pada data Fleets Analyzer.

    "Maskapai penerbangan Lion Air juga terus melakukan pembelian pesawat pabrikan Amerika Serikat tersebut tanpa ada penundaan," ujarnya.

    Sebanyak 3.750 pesawat penumpang tersebut merupakan 9% dari 38.050 pesawat yang akan dijual Boeing selama 20 tahun mendatang secara global.

    Dia juga menambahkan bahwa kinerja maskapai penerbangan di kawasan Asia Tenggara cukup baik merujuk pada pertumbuhan trafik penumpang di kawasan itu dari tahun 2000 hingga 2014.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.