Dibuka di Zona Merah, IHSG Perlahan Menguat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Siluet seorang pengunjung dengan latar monitor pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 13 November 2015. ANTARA/Rosa Panggabean

    Siluet seorang pengunjung dengan latar monitor pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 13 November 2015. ANTARA/Rosa Panggabean

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG pagi tadi langsung dibuka di zona merah pada level 4.738,42 atau mengalami penurunan sebesar 6,58 poin dari penutupan perdagangan kemarin.

    Namun beberapa menit kemudian kemudian IHSG perlahan merangkak di zona hijau. Berdasarkan pantauan Tempo, IHSG pada pukul 9.15 WIB naik 13,05 poin atau 0,28 persen di level 4.758,05. Dan pada pukul 09.35 WIB menguat 15,46 poin atau 0,33 persen di level 4.760,47.

    Penguatan tersebut juga diikuti oleh beberapa Indeks sektoral lainnya seperti Indeks Agri dan Konsumer yang masing-masing menguat 0,5 persen di level 1.804,85 dan 2.283,47.

    Menurut Analis Ekonomi First Asia Capital David Sutyanto, penguatan tersebut didasarkan pada sentimen pasar masih tertuju pada rebound harga minyak mentah dan data ekonomi Cina yang keluar seperti penyaluran kredit perbankan Januari 2016 melonjak mencapai 2,51 triliun yuan dibandingkan Desember 2015 597,8 miliar Yuan.

    "Melanjutkan perdagangan hari ini IHSG diperkirakan bergerak bervariasi dalam rentang terbatas. IHSG diperkirakan bergerak di kisaran 4.720 hingga 4.770 berpeluang menguat terbatas," kata David, Rabu, 17 Februari 2016.

    Sedangkan, menurut Kepala Riset PT NH Korindo Securities Reza Priyambada, laju IHSG terpantau cenderung membentuk pola sideways di mana pelaku pasar kemungkinan sedang menantikan suatu sentimen.

    "Dari dalam negeri tampaknya pelaku pasar masih menantikan data selanjutnya terkait pengumuman BI rate dan imbas dari berbagai berita terbaru emiten," kata Reza.

    Sementara dari luar, Reza mengatakan, pelaku pasar juga menantikan perkembangan terbaru dari upaya pemulihan global dan pergerakan harga komoditas terutama minyak mentah.

    "Dengan asumsi masih bertahannya aksi beli asing yang diikuti aksi beli pelaku pasar lainnya, kami harapkan laju IHSG dapat kembali ke zona hijau sepenuhnya. Tetap cermati sentimen yang ada," ujar Reza.

    DESTRIANITA K.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.