Wall Street Menguat, Investor Memburu Saham Teknologi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana di pasar modal Wall Street, New York (1/4). Wall Street menutup perdagangan di bulan yang menggemparkan dengan kenaikan harga saham yang cukup tinggi. Foto: AP/Mary Altaffer

    Suasana di pasar modal Wall Street, New York (1/4). Wall Street menutup perdagangan di bulan yang menggemparkan dengan kenaikan harga saham yang cukup tinggi. Foto: AP/Mary Altaffer

    TEMPO.CO, Jakarta - Wall Street ditutup menguat pada Selasa lalu. Penguatan ini ditengarai akibat para investor membeli saham di bidang industri dan teknologi.

    Seperti yang dikutip dari Reuters, Rabu, 17 Februari 2016, seluruh sektor S&P ditutup menguat karena liburan akhir pekan diperpanjang. Sektor finansial, kesehatan, dan material juga tercatat menguat lebih dari 1,5 persen.

    Meskipun terjadi pelemahan ekonomi akibat harga minyak terus turun dan ketakutan akibat perlambatan ekonomi Cina, S&P 500 tetap berada di posisi 7,3 persen di 2016.

    Berdasarkan data indeks Dow Jones, rata-rata sektor industri naik 222,57 poin atau 1,39 persen ke 16.196,41. Untuk indeks S & P 500 naik 30,8 poin atau 1,65 persen ke 1.895,58. Sedangkan untuk Nasdaq Composite menguat 98,44 poin atau 2,27 persen ke 4.435,96.

    "Saya melihatnya sebagai berita baik, bahwa pasar Amerika kembali terpacu di saat turunnya harga minyak," kata Chief Executive Officer of Longbow Asset Management in Tulsa Oklahoma Jake Dollarhide seperti yang dilansir dari Reuters.

    Beberapa sektor dikabarkan menguat. Groupon juga menguat 41,2 persen ke US$ 4,08, setelah Alibaba, menguat 8,9 persen pada US$ 66,29.



    REUTERS | MAWARDAH NUR HANIFIYANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Catatan Kinerja Pemerintahan, 100 Hari Jokowi - Ma'ruf Amin

    Joko Widodo dan Ma'ruf Amin telah menjalani 100 hari masa pemerintahan pada Senin, 27 Januari 2020. Berikut catatan 100 hari Jokowi - Ma'ruf...