Cermati 4 Hal Ini Agar Klaim Asuransi Banjir Bisa Diproses

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah mobil terendam saat banjir melanda di perumahan Total Persada, Tangerang, Banten, 11 Februari 2015. Ketinggian banjir di kawasan tersebut mencapai 1 hingga 2 meter. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Sebuah mobil terendam saat banjir melanda di perumahan Total Persada, Tangerang, Banten, 11 Februari 2015. Ketinggian banjir di kawasan tersebut mencapai 1 hingga 2 meter. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Meningkatnya potensi cuaca ekstrim pada Februari 2016 berpotensi menyebabkan bencana banjir.

    Berhadapan dengan ancaman bencana tersebut, Anda yang memiliki kendaraan sebaiknya tetap waspada meskipun sudah memiliki asuransi yang menjamin risiko banjir.

    Pasalnya, sejumlah hal masih perlu Anda perhatikan agar tetap dapat menerima ganti rugi atas klaim asuransi kendaraan.

    Basukarno Harji Saputro, Claim Retail Departement Head PT Asuransi Adira Dinamika mengungkapkan sejumlah hal yang harus diperhatikan agar klaimnya dapat diproses atau tidak ditolak.

    Pertama, jangan memaksakan kendaraan untuk melewati banjir atau genangan air yang dalam dengan sengaja.

    Kedua, jangan mencoba menyalakan atau melakukan starter kendaraan dalam keadaan terendam banjir.

    Ketiga, jangan mencoba menyalakan atau melakukan starter setelah kendaraan terendam banjir meskipun nampaknya kering.

    Keempat, melapor ke asuransi dalam jangka waktu paling lambat lima hari setelah kejadian.

    “Hal-hal tersebut terdapat dalam pasal pengecualian polis yang berlaku di Indonesia bahwa kasus tersebut tidak akan dijamin kerugian dan kerusakannya karena disebabkan oleh tindakan yang disengaja oleh tertanggung atau pengemudi dan dikemudikan secara paksa walaupun secara teknis kondisi dalam keadaan rusak atau tidak layak jalan,” ” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis, Senin (15 Februari 2016).

    Basukarno menjelaskan jika terjebak banjir, maka sebaiknya segera matikan mesin kendaraan dan cabut baterai aki agar kerusakan pada mesin tidak semakin parah.

    “Hubungi call center Adira Care untuk mendapatkan bantuan lebih lanjut,” ujar Basukarno.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.