Luas Lahan Tanam Pertanian di Surabaya Menyempit

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petani menggarap lahan pertanian kentang yang ditumpangsari dengan bawang di Desa Argosari, Senduro, Lumajang, Jawa Timur, 30 Januari 2016. Material vulkanik berupa abu menyebabkan sedikitnya 3.000 hektar (ha) lahan pertanian yang ditanami sayur-mayur rusak di wilayah Kabupaten Probolinggo, Lumajang, dan Malang  mengalami kerugian hingga miliaran rupiah. ANTARA/Seno

    Petani menggarap lahan pertanian kentang yang ditumpangsari dengan bawang di Desa Argosari, Senduro, Lumajang, Jawa Timur, 30 Januari 2016. Material vulkanik berupa abu menyebabkan sedikitnya 3.000 hektar (ha) lahan pertanian yang ditanami sayur-mayur rusak di wilayah Kabupaten Probolinggo, Lumajang, dan Malang mengalami kerugian hingga miliaran rupiah. ANTARA/Seno

    TEMPO.CO, Jakarta - Kota Surabaya di Jawa Timur mengalami penyusutan luas area tanam pertanian padi di tengah peningkatan target luas area tanam yang dibidik pemerintah pusat.

    Kepala Dinas Pertanian Kota Surabaya Joestamadji mengatakan tahun lalu tersedia sekitar 1.700 hektare (ha) area tanam padi di daerahnya. Tapi sekarang tinggal 1.400 ha, atau menyusut sekitar 300 ha.

    “Sawah di Surabaya sekarang ini sudah tidak menggunakan irigasi teknis yang bertahap-tahap, semuanya irigasi sederhana,” katanya kepada Bisnis, Senin (15 Februari 2016).

    Dengan kondisi tersebut, Surabaya justru diminta untuk memperluas area tanam pertanian padinya. Kota ini dimandatkan menyediakan 1.900 ha untuk ditanami tumbuhan padi.

    Pada tahun lalu ditargetkan Surabaya bisa menyediakan 1.800 ha lahan pertanian padi. Tapi karena banjir di salah satu daerah sehingga hanya tercapai sekitar 1.700 ha saja.

    “Target upsus area tanam di Jatim 2,3 juta ha, untuk Surabaya hanya 1.900 ha. Ini adalah ranking ketiga dari bawah setelah Batu dan Mojokerto,” tutur Joestamadji.

    Guna mengakali lahan pertanian yang terbatas, imbuhnya, diupayakan peningkatan indeks penanaman. Lazimnya  hanya sekali menjadi dua kali dalam setahun sembari disokong bantuan peralatan cocok tanam, seperti pompa.

    Seluas 1.400 ha area tanam yang ada di Surabaya menghasilkan sekitar 9.800 ton padi. Pada saat lahan masih 1.700 ha hasilnya bisa mencapai 14.000 ton, dengan asumsi per hektare menghasilkan 5,5 ton.

     “Seluruhnya terserap di Surabaya, ini saja masih kurang, sisanya impor,” ucap Joestamadji lagi. N

    Beras di Surabaya dibutuhkan untuk sekitar 2,8 juta jiwa penduduk yang bermukim di sini. Setiap orangnya diperkirakan butuh 8 kg – 10 kg beras setiap bulan.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.