Ada Apa dengan Gubernur Adnan Saleh dengan Menteri Amran?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Sulawesi Barat Anwar Adnan Saleh. TEMPO/Hariandi Hafid

    Gubernur Sulawesi Barat Anwar Adnan Saleh. TEMPO/Hariandi Hafid

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Sulawesi Barat Anwar Adnan Saleh dan Menteri Pertanian Amran Sulaiman saling memuji terkait profesinya masing-masing.

    Anwar mengatakan Menteri Amran merupakan sosok pekerja keras dan pembela terdepan kesejahteraan kalangan petani.

    "Pak Amran ini menteri yang jarang masuk televisi. Banyak digosipin tidak baik. Tapi dia tidak ambil pusing. Dia malah memilih kerja dari pada pusing," ujarnya di sela kunjungan Menteri Pertanian, Selasa (16 Februari 2016).

    Anwar berharap kunjungan Kementerian Pertanian ke Sulawesi Barat bisa meningkatkan sektor perekonomian khususnya pertanian, seiring sebagian besar penduduk provinsi tersebut berprofesi sebagai petani.

    Apalagi, Sulawesi termasuk sebagai kantung penghasil komoditas kakao dan kopi terbesar di Indonesia. Maka, dirinya berharap agar bantuan anggaran ke Sulawesi Barat diperbesar.

    "Kalau mau jujur, sejak peradaban dunia ini ada, hanya Menteri Pertanian ini satu-satunya yang berkunjung ke Mamuju, yang lainnya enggak," paparnya.

    Dia menambahkan Sulawesi Barat sebagai provinsi yang lahir paling baru pernah tercatat sebagai tingkat pertumbuhan ekonomi tertinggi di Asean hingga mencapai 15%, meskipun sudah turun menjadi 7,30% saat ini.

    Di saat yang sama, Menteri Amran Sulaiman pun memuji Gubernur Anwar yang dinilainya sebagai pelobi ulung. Menurutnya, apapun pembangunan yang diinginkan Anwar bagi warganya selalu tercapai.

    Dia memberi contoh ketika Anwar memberikan pesan singkat kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla agar berkunjung ke Sulawesi Barat dan memberikan rekomendasi agar Amran yang menggantikannya.

    Mau tidak mau, lanjutnya, Menteri Amran menyanggupi perintah atasannya tersebut. "Kalau diibaratkan kalau batu dilobi sama Pak Gubernur, pasti batu itu mau jalan," katanya.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.