Perusahaan Tembakau Ini Perbaiki Hutan di Gunung Wilis

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lahan persawahan dan perkebunan warga yang amblesdi lereng Gunung Wilis, Desa Bodag, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Warga juga sering mendengar suara gemuruh gerakan tanah danmerasakan getaran. TEMPO/Ishomuddin

    Lahan persawahan dan perkebunan warga yang amblesdi lereng Gunung Wilis, Desa Bodag, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Warga juga sering mendengar suara gemuruh gerakan tanah danmerasakan getaran. TEMPO/Ishomuddin

    TEMPO.COKediri – Perusahaan rokok PT Gudang Garam Tbk menggelontorkan anggaran CSR (corporate social responsibility) untuk pemulihan kawasan hutan di lereng Gunung Wilis dan Kelud. Upaya ini dilakukan untuk mengurangi krisis air yang kerap menimpa masyarakat kaki gunung.

    Wakil Kepala Bagian Hubungan Masyarakat PT Gudang Garam Tbk Iwhan Tricahyono mengatakan perusahaannya berupaya memperbaiki lingkungan alam di lereng Gunung Wilis dan Kelud dengan berbagai program konservasi. Selain berada di sekitar aktivitas pabrik rokok, konservasi ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan kepada masyarakat.

    Iwhan menuturkan, saat kemarau tiba, ribuan warga di lereng Gunung Wilis selalu mengeluhkan sulitnya mendapatkan air bersih. Padahal, di kaki gunung ini, terdapat rumah-rumah penduduk yang berada di wilayah Kediri, Nganjuk, Trenggalek, hingga Pacitan. “Setiap kemarau kami selalu memasok air bersih untuk warga,” kata Iwhan kepada Tempo, Selasa, 16 Februari 2016.

    Baca juga: Industri Rokok Dituding Dalangi RUU Pertembakauan

    Tak hanya itu, musibah longsor turut mengancam warga yang menghuni petak-petak rawan di bawah lereng yang curam. Salah satu pemicu longsor ini adalah aktivitas pembalakan hutan yang tidak diikuti upaya penanaman kembali.

    Hal inilah yang mendorong PT Gudang Garam menggelontorkan anggaran CSR-nya untuk pemulihan kawasan hutan di lereng Gunung Wilis melalui tanaman bambu. Jenis tanaman ini sengaja dipilih karena memiliki kemampuan menyerap air hingga menghidupi sumber mata air di sekitarnya. “Minggu lalu kami menanam 16 ribu bambu di hutan Wilis,” ujar Iwhan.

    Belasan ribu tanaman bambu ini disebar di wilayah Perhutani Kediri dan Nganjuk dengan luas masing-masing 100 hektare dan 56 hektare. Iwhan membuka kerja sama dengan pihak lain yang memiliki tujuan pemulihan kawasan hutan di lereng Wilis dan Kelud.

    Simak: Anak Petani Tembakau Rentan Green Tobacco Sickness, Apa Itu?

    Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemerintah Kabupaten Kediri Haris Setiawan mengaku sangat terbantu dengan program tersebut karena kemampuan pemerintah daerah dalam pemulihan lingkungan hidup di dua wilayah itu terbatas. Haris berharap program ini mampu mengatasi persoalan krisis air bersih yang selalu menjadi musibah tahunan masyarakat di lereng gunung. “Semoga ini bisa meminimalkan krisis di sana,” tuturnya. 

    HARI TRI WASONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.