Garuda Alihkan Rute dari Gatwick ke Heathrow, London  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat Garuda Indonesia. TEMPO/Marifka Wahyu  Hidayat

    Pesawat Garuda Indonesia. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.COJakarta - Garuda Indonesia akan memperkuat posisi pasarnya di Inggris dengan memindahkan bandara kedatangan dan pemberangkatannya dari Gatwick ke Heathrow, London.

    Direktur Utama Garuda Indonesia Arif Wibowo menyatakan hal itu seiring dengan langkah ekspansi yang dilakukan perusahaan tersebut menyusul membaiknya kinerja keuangan perusahaan.

    Secara grup, Garuda mencatatkan keuntungan bersih sebesar Rp 1 triliun selama periode Januari-Desember 2015.

    Menurut dia, dengan memindahkan rute penerbangan Jakarta-Gatwick ke Jakarta- Heathrow, Garuda akan terhubung secara jaringan yang lebih baik dengan maskapai penerbangan anggota Sky Team.

    Pada bagian lain, ujar Arif, Garuda juga akan terus memperkuat posisinya untuk rute Jakarta-Amsterdam, yang sudah berjalan baik selama ini.

    "Tahun ini step pertama adalah memperkuat apa yang telah dilayani, seperti rute ke London dan Amsterdam (dari Jakarta)," ujarnya di sela acara “Singapore Airshow 2016”, Selasa 16 Februari 2016.

    Dia menyebutkan pihaknya masih menunggu proses perizinan dari pihak Heathrow untuk memperkuat rute tersebut. Pembukaan rute Jakarta-Heathrow, kata dia, bukan hanya lebih prospektif, tapi juga akan menjadi momen pemulihan kinerja perusahaan tersebut.

    "Ini harapan kita untuk menjadikan proses recovery juga untuk penerbangan ke Eropa. Dengan demikian, potensi pasar Garuda Indonesia di ranah Eropa bisa meluas," ucapnya.

    Garuda Indonesia merupakan anggota aliansi penerbangan Sky Team bersama maskapai internasional, seperti Air France dan KLM Royal Dutch. Rute penerbangan dari dan ke London via Amsterdam, Belanda, selama ini cukup gemuk dengan tingkat keterisian pesawat (okupansi) di atas 80 persen.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.