Gerhana Matahari, 4.900 Kamar Hotel di Kota Ini Bakal Penuh

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gerhana matahari total di Tanjung Kodok, Jawa Timur, 1983. Dok.TEMPO/Ilham Soenharjo

    Gerhana matahari total di Tanjung Kodok, Jawa Timur, 1983. Dok.TEMPO/Ilham Soenharjo

    TEMPO.CO, Palembang - Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Sumatera Selatan, Irene Camelyn Sinaga, memastikan hingga saat ini pihaknya terus mematangkan rencana menyemarakkan gerhana matahari total pada 9 Maret nanti.

    Tidak hanya menyiapkan sejumlah agenda pendukung, pihaknya juga menyiapkan hingga 4.900 kamar hotel di Palembang. Kamar hotel tersebut, menurut dia, berada persis di dalam kota sehingga memudahkan akses bagi para pengamat dan wisatawan. "Target kami hotel fullbooked," kata Irene Camelyn, Selasa, 16 Februari 2016.

    Sejauh ini, kata Irene, sejumlah pendatang telah menyatakan keinginan mereka untuk mengamati dan menyaksikan fenomena alam tersebut. Selain berasal dari sejumlah negara di Asia, mereka juga berasal dari Amerika Serikat, Inggris, Belanda, dan negara-negara lainnya.

    Khusus wisatawan Malaysia, menurut dia sudah terdaftar tidak kurang dari 500 pelancong. Keterangan itu ia dapatkan langsung dari pengelola biro perjalanan lokal dan nasional. Menurut dia, hal itu menunjukan minat masyarakat untuk menyaksikan gerhana matahari total cukup banyak, termasuk dari luar negeri. "Ini peluang yang tidak boleh kita sia-siakan," katanya.

    Pedagang makanan khas Palembang turut bersiap diri menghadapi gerhana matahari total dikawasan Jembatan Ampera. Zubaida, pedagang kue, dan makanan tradisional ini mengaku telah menyiapkan sajiannya pada saat gerhana berlangsung. Ia akan menyajikan laksan, ragit, burgo, dan pempek. Makanan tersebut selama ini dijajakannya di sekitar Benteng Kuto Besak dan Pasar 16 Ilir. "Biasanya pesanan akan makin banyak seminggu sebelum acara," katanya.

    PARLIZA HENDRAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.