Ini 7 Fokus Kajian KPK Terhadap Kedaulatan Energi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa (kanan) bersama Plt. Jubir KPK Yuyuk Andriati Iskak, saat konferensi pers mengenai operasi tangkap tangan (OTT) di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, 13 Februari 2016. KPK melakukan OTT pada Jumat malam. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa (kanan) bersama Plt. Jubir KPK Yuyuk Andriati Iskak, saat konferensi pers mengenai operasi tangkap tangan (OTT) di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, 13 Februari 2016. KPK melakukan OTT pada Jumat malam. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memfokuskan tujuh fokus kajian terkait dengan upaya untuk mewujudkan kedaulatan energi.

    Ketua KPK Agus Rahardjo menuturkan gerakan itu dilatarbelakangi oleh sejumlah persoalan, di antaranya cadangan sumber daya terbatas dan eksploitasi berlebihan. KPK menyatakan faktanya telah terjadi kerugian penerimaan negara serta keuangan negara yang rentan terhadap gejolak sektor energi.

     

    "Ruang lingkup gerakan ini meliputi sektor minerba, migas, listrik, dan Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi, dengan tujuan untuk perbaikan sistem data dan informasi, perbaikan tata kelola, pencegahan kebocoran di hulu dan hilir," kata Agus dalam keterangan resminya, Senin (15 Februari 2016).

     

    Fokus kajian dalam mewujudkan kedaulatan energi itu:

     

    1.Penataan Perijinan

    2. Pelaksanaan kewajiban para pihak

    3. Pengawasan dan pengendalian

    4. Pengembangan dan integrasi sistem data dan informasi

    5. Pemenuhan hak-hak masyarakat

    6. Penataan Regulasi

    7. Penataan Kelembagaanbas


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.