Wakil Presiden Promosi Paket Kebijakan Ekonomi ke Uni Eropa

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla menyampaikan keterangan pers sebelum bertolak ke Amerika Serikat di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, 14 Februari 2016. Dalam kunjungannya ke AS, Presiden Jokowi dijadwalkan akan mengikuti US-ASEAN Summit dan bertemu dengan pimpinan perusahaan-perusahaan raksasa bidang teknologi informasi. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

    Presiden Joko Widodo didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla menyampaikan keterangan pers sebelum bertolak ke Amerika Serikat di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, 14 Februari 2016. Dalam kunjungannya ke AS, Presiden Jokowi dijadwalkan akan mengikuti US-ASEAN Summit dan bertemu dengan pimpinan perusahaan-perusahaan raksasa bidang teknologi informasi. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah memamerkan perbaikan sistem birokrasi yang dirangkum dalam 10 paket kebijakan stimulus ekonomi kepada Uni Eropa yang meminta kemudahan berinvestasi.

    Hal itu disampaikan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla usai melakukan pertemuan dengan Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam Vincent Guerend di Kantor Wapres Jalan Merdeka Utara, Jakarta.

     

    "Uni Eropa ingin meningkatkan investasi di sini, tapi juga minta kemudahan-kemudahan, ya saya bilang semuanya sudah diperbaiki sistem kita,"ujarnya, Senin(15 Februari 2016).

     

    Dalam pertemuan tersebut, Kalla mengaku membahas perjanjian kerja sama ekonomi komprehensif (Comprehensive Economic Partnership Agreement/CEPA) agar tidak ada kegiatan perdagangan dan investasi yang asal-asalan.

     

    Salah satu pembahasan ialah terkait wacana peraturan Perancis yang menerapkan tarif bea masuk minyak kelapa sawit (crude palm pil/CPO) dengan level ebih tinggi.

     

    "Di manapun begara di dunia kalau tidak punya hubungan dengan baik kan bisabterjadi perbedaan penanganan. Jadi supaya tidak terjadi seperti itu,"paparnya.

     

    Dalam pemberitaan sebelumnya, pemerintah mendesak pembebasan tarif bea masuk komoditas CPO, kakao, dan produk kayu ke pasar Eropa dalam negosiasi perjanjian perdagangan bebas antara Indonesia dengan Uni Eropa.

     

    Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengusulkan penurunan atau pembebasan tarif bea masuk terhadap CPO dan kakao ke Eropa yang saat ini berada pada kisaran mencapai 8%-12%.

     

    Dalam kesempatan yang sama, Thomas Lembong menuturkan selama ini produsen CPO terbesar di dunia yakni Malaysia sudah mendapat insentif bebas bea masuk CPO karena memiliki kesepakatan perdagangan bebas dengan Uni Eropa.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.