Restrukturasi Chevron, Mantan Bos CICO jadi Presiden

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Chevron. REUTERS/Mike Blake

    Chevron. REUTERS/Mike Blake

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan bos Chevron Indonesia Company (CICO), Stephen W. Green resmi ditunjuk sebagai President Chevron Asia Pacific Exploration and Production (Chevron Asia Pacific E&P).

    Dalam keterangan resminya, Chevron menyebutkan posisi baru Stephen akan berlaku efektif pada 1 April 2016. Stephen menggantikan posisi Melody B. Meyer yang telah memasuki masa pensiun.

    Sebelum berlabuh ke Chevron Asia Pasific Exploration and Production, Stephen menjabat sebagai Corporate Vice President of Policy, Government and Public Affairs. Pada posisi barunya, Stephen akan bertanggung jawab atas aktivitas eksplorasi dan produksi Chevron di sembilan negara di kawasan Asia Pasifik.

    John S. Watson, Chairman dan CEO Chevron mengungkapkan pada posisi baru itu, Stephen akan bertanggung jawab untuk memberikan laporan kepada Jay Johnson yang merupakan Executive Vice President Chevron untuk bidang hulu.

    “Pengalaman operasi yang mendalam dan terbukti dari sosok Stephen terutama di kawasan Asia-Pasifik, membuat dia sungguh memenuhi syarat untuk memikul peran kepemimpinan kunci ini yang saat ini sangat penting untuk bisnis kami di seluruh wilayah," katanya, dalam keterangan resminya yang dikutip Bisnis.com, Senin (15 Februari 2016).

    Selama menjabat sebagai President CICO dan Managing Director Chevron IndoAsia Business pada 2008 hingga 2011, Stephen bertanggung jawab untuk seluruh aspek unit bisnis minyak, gas dan panas bumi termasuk eksplorasi, produksi, pengembangan proyek dan layanan dukungan bisnis.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.