Dana Lelang Tersendat, Target Tol Serang-Panimbang Molor

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja dan alat berat menyelesaikan pembangunan jalan Tol Pejagan-Pemalang di Brebes, Jawa Tengah, 5 Juli 2015. Pembangunan dikebut agar dapat dilalui mobil pribadi pada saat mudil Lebaran. ANTARA/Oky Lukmansyah

    Pekerja dan alat berat menyelesaikan pembangunan jalan Tol Pejagan-Pemalang di Brebes, Jawa Tengah, 5 Juli 2015. Pembangunan dikebut agar dapat dilalui mobil pribadi pada saat mudil Lebaran. ANTARA/Oky Lukmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Proses lelang jalan tol Serang-Panimbang, Pandeglang, Banten, berpotensi molor. Ini menyusul belum tercapainya kesepakatan antara Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dengan Kementerian Keuangan terkait skema pendanaan.

    Sebelumnya pemerintah menargetkan dapat membebaskan lahan lahan tol Serang-Panimbang tahun ini untuk mengejar target penyelesaian pada 2018. “Kami masih membahas secara intensif lima skenario pendanaan dari proyek jalan tol Serang-Panimbang. Belum ada tender yang dibuka karena masih dibahas lagi,” kata Anggota Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR Bambang Eko di Anyer, Senin, 15 Februari 2016.

    Skenario pertama adalah tanpa stimulus dengan bunga komersial. Kedua, pembebasan lahan oleh pemerintah. Skenario ketiga pembebasan lahan oleh pemerintah dengan 40 persen biaya kontruksi ditanggung pemerintah.

    Selanjutnya, skenario keempat dan kelima merupakan segmented development, yakni pembebasan lahan dan konstruksi ditanggung swasta, serta pinjaman komersial (area Serang-Rangkasbitung). Skenario kelima yakni pembebasan lahan dan konstruksi ditanggung swasta, serta pinjaman komersial (area Serang-Bojong).

    “Belum ada kepastian mengenai skenario mana yang akan dipakai. Jika pembiayaan ditanggung penuh oleh pemerintah tidak memungkinkan, sedangkan segi kelayakan juga rendah karena traffiknya rendah,” ucapnya.

    Berdasarkan kajian Dinas Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi Banten pada 2012, jalan yang menghubungkan menjadi akses ke kawasan ekonomi khusus (KEK) Tanjung Lesung hanya dilewati sekitar 1.800 kendaraan per hari atau jauh di bawah standar kelayakan jalan tol sebanyak 14 ribu kendaran setiap harinya.

    Sementara itu, Vici Hartawan, Kepala Seksi Program Suddirektorat Jalan Bebas Hambatan, Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian PUPR, mengungkapkan pembangunan tol Serang-Panimbang akan dimulai dari Walantaka. Dalam waktu dekat, izin lingkungan dari Pemprov Banten segera keluar.

    “Tinggal menunggu surat keputusan dari Gubernur Banten terkait penentuan lokasi. Jika itu sudah ada, maka pembebasan lahan bisa segera dilakukan,” tekannya.

    Proyek pembangunan tol Serang-Panimbang sendiri merupakan hasil prakarsa Pemprov Banten untuk mendukung akses ke KEK Tanjung Lesung. Rencananya, tol dengan panjang 83,8 kilometer terdiri dari tiga seksi yakni Serang-Rangkasbitung, Rangkasbitung-Bojong, dan Bojong-Panimbang.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.