Bos Telkomsel Yakin Pendapatan Tahun Ini Melebihi Target

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para pengunjung menunggu detik-detik peluncuran paket iPhone 5 Telkomsel, di Skenoo Hall, Mall Gandaria City, Jakarta Selatan, Jumat (14/12). Selain di Jakarta, peluncuran iPhone 5 juga dilakukan secara serentak di 50 negara. TEMPO/Praga Utama

    Para pengunjung menunggu detik-detik peluncuran paket iPhone 5 Telkomsel, di Skenoo Hall, Mall Gandaria City, Jakarta Selatan, Jumat (14/12). Selain di Jakarta, peluncuran iPhone 5 juga dilakukan secara serentak di 50 negara. TEMPO/Praga Utama

    TEMPO.CO, Jakarta - Operator seluler, PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) optimistis dapat melebihi target pendapatan di 2016.

    "Tahun kemarin target Rp 73 triliun, realisasi Rp 76 triliun. Tahun ini target Rp 87 triliun, tapi optimistis di atas Rp 90 triliun," kata Direktur Sales Telkomsel Mas'ud Khamid di Telkom Landmark Tower, Jakarta, Senin, 15 Februari 2016.

    Mas'ud mengatakan, Telkomsel mengukuhkan sebagai market leader selama 4 tahun berturut-turut. Dari 2012 sampai 2014 pertumbuhan perusahaan mencapai 10-11 persen. "EBITDA dan net income double digit growth," katanya.

    Baca: Banjir Porong Tak Surut, Begini Kereta ke Banyuwangi

    Untuk bisa merealisasikan target pendapatan tahun ini, Mas'ud menyebutkan beberapa hal. Pertama,  minimal capital expenditure tahun kemarin akan sama dengan tahun ini. "Tahun kemarin, Capex sekitar Rp 13 triliun, minimal harus sama dengan tahun ini."

    Selain itu, cara lainnya dengan menambah infrastruktur. Ia menjelaskan Telkomsel akan menambah coverage, terutama jaringan pita lebar atau broadband. Untuk coverage 2G, sudah tidak bisa ditambah, sehingga, pihaknya akan menambah total 40 kota di Indonesia yang akan tercoverage jaringan 4G.

    Berikutnya, Mas'ud menyebutkan Telkomsel akan membenahi elemen IT untuk memberikan pengalaman terbaik bagi pelanggan. "Diharapkan dengan kualitas connectivity bagus, best experience bagus sehingga customer yang masih pakai operator lain bisa melihat Telkomsel lebih menarik," ujarnya.

    FRISKI RIANA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.