Senin, IHSG BEI Dibuka Naik 35,39 Poin ke Posisi 4.749,78

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tamu undangan memotret layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menggunakan kamera telepon genggam usai pembukaan perdagangan di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta (2/1). Pembukaan perdagangan saham tersebut di buka oleh Wakil Presiden Boediono. Tempo/Aditia Noviansyah

    Tamu undangan memotret layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menggunakan kamera telepon genggam usai pembukaan perdagangan di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta (2/1). Pembukaan perdagangan saham tersebut di buka oleh Wakil Presiden Boediono. Tempo/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin dibuka naik sebesar 35,39 poin seiring dengan bursa saham di kawasan eksternal. IHSG BEI dibuka naik 35,39 poin atau 0,75 persen menjadi 4.749,78. Sementara itu kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak menguat 1,23 persen menjadi 835,10.

    "Sentimen positif dari bursa saham di kawasan Asia menjadi salah satu faktor bagi IHSG untuk kembali bergerak di area positif setelah mengalami tekanan pada akhir pekan lalu (Jumat, 12/2)," kata Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Senin, 15 Februari 2016.

    Ia menambahkan, positifnya bursa saham eksternal itu seiring dengan fluktuasi harga minyak mentah dunia yang bergerak stabil, diharapkan sentimennya terjaga sehingga menjaga laju bursa saham Asia, termasuk IHSG BEI.

    Dari dalam negeri, lanjut dia, pemerintah yang kembali mengeluarkan paket kebijakan ekonomi X mengenai daftar negatif investasi (DNI) diharapkan mampu mendorong aliran dana asing masuk ke Indonesia.

    Vice President Research and Analysis Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere menambahkan bahwa di tengah maraknya kabar pemutusan hubungan kerja, pemerintah berfokus memperluas lapangan kerja melalui paket kebijakan ekonomi tahap X.

    "Dalam paket kebijakan ekonomi tahap X, terdapat 35 bidang usaha yang diperbolehkan 100 persen bagi investor asing. Dalam aturan sebelumnya, bidang usaha tersebut dibatasi," katanya.

    Di sisi lain, lanjut dia, neraca pembayaran Indonesia (NPI) triwulan IV 2015 yang mencatatkan surplus sebesar 5,1 miliar dolar AS, setelah pada triwulan III 2015 mencatat defisit sebesar US$ 4,6 miliar, diharapkan dapat menjaga stabilitas ekonomi domestik.

    "Surplus NPI itu pada gilirannya akan mendorong kenaikan posisi cadangan devisa. Potret perekonomian Indonesia yang memperlihatkan posisi membaik diharapkan mampu menjaga IHSG BEI," katanya.

    Bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng naik 368,76 poin (2,01 persen) ke level 18.688,34, dan indeks Nikkei menguat 701,22 poin (4,69 persen) ke level 15.653,83, Straits Times menguat 44,87 poin (1,81 persen) ke posisi 2.585,80.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.