Harga Minyak Dunia Turun, Ekonom: Harga BBM Perlu Turun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas tunjukkan selang pengisi bahan bakar gas Liquified Gas for Vehicle (LGV) Vigas ketika uji coba di SPBU Coco Gandaria, Jakarta Timur, 18 Februari 2015. Vigas merupakan produk Pertamina yang menjadi bahan bakar alternatif BBM lebih irit dan ramah lingkungan. Tempo/Wisnu Agung Prasetyo

    Petugas tunjukkan selang pengisi bahan bakar gas Liquified Gas for Vehicle (LGV) Vigas ketika uji coba di SPBU Coco Gandaria, Jakarta Timur, 18 Februari 2015. Vigas merupakan produk Pertamina yang menjadi bahan bakar alternatif BBM lebih irit dan ramah lingkungan. Tempo/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta -  Ekonom Universitas Indonesia Rizal Edi Salim mengatakan pemerintah perlu segera menyesuaikan harga bahan bakar minyak (BBM) seiring dengan penurunan harga minyak dunia. Menurut dia, ini momentum yang bisa dimanfaatkan mendorong perekonomian domestik lebih produktif.

    "Prinsipnya memberi keadilan pada masyarakat memberi sinyal kehadiran negara di tengah masyarakat dan minyak dunia naik harga dinaikan, ketika turun didiamkan," kata Rizal dalam Diskusi Energi Kita di Hall Dewan Pers Jakarta, Ahad 14 Februari 2016.

    Selain itu, kata Rizal, penyesuaian harga dibutuhkan untuk mendorong penguatan ekonomi domestik. Menurut dia, apabila harga BBM turun Kalau akan berdampak pada sektor yang lain. Ketika BBM turun, kata dia, tidak serta merta harga produksi lain turun. "Banyak perusahaan akan melakukan adjustment terhadap ongkos produksinya," kata Rizal.

    Rizal mengatakan semakin efisien produktivitas perusahaan, efek turunannya akan berdampak. Ia mencontohkan dunia perbankan akan berekspansi dalam pemberian kredit konsumsi dan permodalan. "Ini akan membantu perekonomian domestik berjalan," ujarnya.

    Momentum penurunan harga BBM, ujar dia, sebenarnya sudah ada sejak 2015. Sebab pada 2015 telah ada kecenderungan harga minyak dunia turun dan tekanan terhadap ekonomi domestik kuat sekali. Akibatnya, daya beli masyarakat terganggu. "Seandainya dilakukan bisa berpengaruh ke stabilitas ekonomi dan daya beli terjaga," ujarnya.

    Sementara itu, Direktur Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Agus Cahyono Adi mengatakan pemerintah telah memberlakukan peraturan evaluasi per tiga bulan dalam penentuan harga minyak. "Evaluasi akan mulai akhir Maret, untuk diberlakukan awal April," kata Agus yang juga berbicara dalam diskusi tersebut. (Baca juga: Harga Minyak Dunia Anjlok, Pertamina EP Tambun Malah Untung)

    ARKHELAUS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.