Investor Asing Apresiasi Paket Kebijakan Ekonomi X

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung galeri BEI berbincang dengan latar pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 13 November 2015. ANTARA/Rosa Panggabean

    Pengunjung galeri BEI berbincang dengan latar pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 13 November 2015. ANTARA/Rosa Panggabean

    TEMPO.CO, Jakarta - Analis Ekonomi dari First Asia Capital David Sutyanto mengatakan pada perdagangan saham akhir pekan ini, Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG diperkirakan bergerak bervariasi, dibayangi dengan aksi ambil untung.

    "Penguatan lanjutan akan dibayangi aksi ambil untung menyusul meningkatnya resiko pasar saham global. IHSG diperkirakan akan bergerak di 4750 hingga 4810 berpeluang menguat terbatas," kata David Sutyanto dalam siaran tertulisnya, Jumat 12 Februari 2016.

    Di tengah meningkatnya resiko pasar saham global dan kawasan Asia, IHSG berhasil menguat pada perdagangan kemarin. David mengatakan penguatan IHSG ditopang arus dana asing yang masuk hingga Rp 878,35 miliar.  IHSG berhasil tutup menguat 43,377 poin (0,917 persen) di 4775,860.

    Masuknya kembali dana asing ke pasar aset berisiko Indonesia terutama dipicu optimisme pasar terhadap prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini di tengah kekhawatiran perlambatan ekonomi global dan redahnya tekanan inflasi.

    Selain faktor makro ekonomi yang kondusif tahun ini, investor asing juga merespon positif kebijakan Paket Ekonomi X yang dirilis kemarin. Paket kebijakan itu merevisi Daftar Negatif Investasi (DNI) yang intinya membuka lebih besar kepemilikan asing di sejumlah sektor usaha di Indonesia.

    Optimisme ini membuat rupiah cenderung menguat terhadap dolar AS. Nilai tukar rupiah atas dolar AS kemarin menguat 1,2 persen di Rp 13369. Penguatan rupiah atas dolar AS berdampak positif terhadap pergerakan harga saham sektoral yang sensitif interest-rate seperti perbankan, infrastruktur dan properti.

    Sementara bursa global tadi malam kembali didominasi tekanan jual. Indeks Eurostoxx di kawasan Euro anjlok 3,9 persen di 2680,35. Di Wall Street indeks DJIA dan S&P masing-masing koreksi 1,6 persen dan 1,2 persen tutup di 15660,18 dan 1829,08.

    Kekhawatiran pelambatan ekonomi global dan harga minyak yang terus tertekan menjadi faktor utama aksi jual di pasar saham global. Harga minyak mentah tadi malam di AS sempat anjlok ke US$ 26,13 per barel sebelum rebound tutup di US$ 27,16 per barel menyusul spekulasi pasar OPEC akan menyepakati pemotongan produksinya.
            

    DESTRIANITA K.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Catatan Kinerja Pemerintahan, 100 Hari Jokowi - Ma'ruf Amin

    Joko Widodo dan Ma'ruf Amin telah menjalani 100 hari masa pemerintahan pada Senin, 27 Januari 2020. Berikut catatan 100 hari Jokowi - Ma'ruf...