Hingga Awal Februari, Penyaluran KUR Capai Rp 8,2 Triliun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koperasi dan UKM AA Gede Ngurah Puspayoga (kedua kanan) mengangkat ikan mas hasil pancingannya saat perayaan HUT Jojoners ke-2 di Pemancingan Puspita, Jakarta, 23 Januari 2016. Jojoners merupakan kelompok jurnalis dari berbagai media yang hobby memancing, beranggotakan pewarta foto, jurnalis cetak maupun elektronik. TEMPO/Amston Probel

    Menteri Koperasi dan UKM AA Gede Ngurah Puspayoga (kedua kanan) mengangkat ikan mas hasil pancingannya saat perayaan HUT Jojoners ke-2 di Pemancingan Puspita, Jakarta, 23 Januari 2016. Jojoners merupakan kelompok jurnalis dari berbagai media yang hobby memancing, beranggotakan pewarta foto, jurnalis cetak maupun elektronik. TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga menyebut penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga 5 Februari 2016 sebesar Rp 8,229 triliun kepada 381.335 debitor.

    “Cukup senang dengan pencapaian KUR di awal tahun ini karena bank-bank pelaksana KUR cukup agresif dalam penyaluran KUR,” kata Puspayoga dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Jumat, 12 Februari 2016.

    Dalam penyaluran KUR, Puspayoga mencontohkan wilayah Denpasar dan Nusa Tenggara Barat. Bank Rakyat Indonesia  di NTB dalam bulan pertama tahun 2016 sudah menyalurkan 20 persen dari target sebesar Rp 1 triliun. Sementara BRI Denpasar juga telah menyalurkan Rp 20 miliar dari target yang sama dengan NTB.

    Puspayoga optimistis penyaluran KUR tahun ini mencapai target sebesar Rp 100 triliun. Bahkan realisasi penyaluran KUR bisa di atas target. Sebab, ia menilai iklim usaha lebih kondusif dibanding tahun lalu.

    Untuk mencapai target Rp 100 triliun, Puspayoga juga menggandeng koperasi sebagai penyalur KUR. Salah satu koperasi yang siap adalah Koperasi Simpan Pinjam dan Jasa Pekalongan. Ia mengatakan koperasi itu beromzet hingga Rp 4 triliun tahun lalu. Koperasi itu juga memiliki bangunan dengan 8 lantai yang berpusat di Pekalongan, Jawa Tengah.

    DANANG FIRMANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.