Panen Padi di Sumatera dan Jawa Timur Terancam Banjir

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah warga menggunakan perahu untuk keluar dari desanya yang terkepung banjir di Desa Buket Linteung, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, Aceh, 8 Februari 2016. Banjir merendam beberapa wilayah di Aceh Utara dan Aceh Timur sejak kemarin (7/2). ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas

    Sejumlah warga menggunakan perahu untuk keluar dari desanya yang terkepung banjir di Desa Buket Linteung, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, Aceh, 8 Februari 2016. Banjir merendam beberapa wilayah di Aceh Utara dan Aceh Timur sejak kemarin (7/2). ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas

    TEMPO.CO, Jakarta -  Februari ini seharusnya menjadi awal masa panen padi. Namun, banjir di berbagai daerah dikhawatirkan mengancam produksi makanan pokok masyarakat ini.

    Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Hasil Sembiring meperhitungkan, hasil panen padi pada bulan ini seharusnya bisa mencapai 3 juta ton. Namun, banjir bisa merusaknya.

    “Di Aceh Timur, Aceh Utara, dan beberapa tempat saya dengar kena banjir, saya ditugaskan Pak Menteri Amran Sulaiman ke sana," kata Hasil saat dihubungi, Jumat 12 Februari 2016.

    Hasil berharap banjir yang menyerang pada tahun ini tidak terlalu tinggi dan berkepanjangan. Sebab, produksi beras nasional bakal terganggu bila banjir tak segera surut. "Mudah-mudahan nggak berdampak luas," tukas dia.

    Harapan yang sama juga dilontarkan oleh Direktur Utama Perum Bulog Djator Kusumayakti. Ia menyebut, penyerapan gabah dan beras dari petani saat ini masih belum optimal, karena masa panen belum mencapai puncaknya.

    Diperkirakan nanti puncak masa panen Maret sampai Mei. “Saat itu kami akan optimalkan penyerapan. Semoga tidak terganggu banjir,” kata Djarot.

    Djarot menyatakan, saat ini sebenarnya telah ada beberapa daerah yang telah masuk masa panen seperti di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Namun, karena jumlahnya masih sedikit, hasil panen itu masih digunakan untuk memenuhi kebutuhan lokal. “Untuk saat ini, masih lebih banyak terserap pasar, Bulog belum,” ujarnya.

    Saat ini, beberapa daerah di Indonesia tengah dilanda banjir. Di antaranya ada di beberapa titik di Jawa Timur, Aceh, Sumatera Utara, Bangka dan Sumatera Barat.

    PINGIT ARIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.