Siap-siap, Harga Tiket Garuda Segera Berubah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat terbang komersil Airbus A330-300 (kiri) dan pesawat terbang komersil Boeing 777-300ER di hanggar Garuda Maintenance Facility, Cengkareng, Tangerang, 1 Februari 2016. PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) mendatangkan Airbus A330-300 dengan Super Diamond Seat Business Class pertama dan Boeing 777-300ER yang kesepuluh. TEMPO/Tony Hartawan

    Pesawat terbang komersil Airbus A330-300 (kiri) dan pesawat terbang komersil Boeing 777-300ER di hanggar Garuda Maintenance Facility, Cengkareng, Tangerang, 1 Februari 2016. PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) mendatangkan Airbus A330-300 dengan Super Diamond Seat Business Class pertama dan Boeing 777-300ER yang kesepuluh. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Maskapai penerbangan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. menyatakan siap menyesuaikan tarif penerbangan menyusul penurunan tarif batas bawah dan batas atas pada 28 Februari 2016 mendatang.

    Direktur Utama Garuda Arif Wibowo mengatakan penurunan tarif batas bawah dan batas atas sebesar 5 persen masih bisa diserap para pelaku usaha di sektor penerbangan. "Ini koridor yang propasar. Harga avtur kan turun, jadi penerapan tarif batas bawah dan batas bawah yang baru bisa di-absorb," jelasnya di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jumat (12 Februari 2016).

    Sebagaimana diketahui, penurunan tarif batas bawah dan batas atur diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan No. 14/2016. Beleid ini mengatur mekanisme formulasi dan penetapan tarif Layanan ekonomi angkutan udara berjadwal dalam negeri.

    Arif menekankan penyesuaian tarif akan menggunakan tarif tidak tetap sebagaimana lazimnya di industri penerbangan. Dengan kata lain, tarif akan luwes dinamis menyesuaikan dengan waktu penerbangan dan harga kompetitor.

    Dia mengimbuhkan penurunan tarif akan terasa pada waktu yang padat seperti akhir pekan. "Misal Jumat siang, Jakarta-Surabaya Rp1,2 juta, kalau diturunkan 5% ya enggak sampe segitu," ucapnya.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.