Jokowi Rapat dengan ADB, Ditawari Peningkatan Pinjaman

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo memberi sambutan pada acara Pertemuan Koordinasi Humas Kementerian / Lembaga dan BUMN untuk Percepatan Pembangunan 2016 di Istana Negara, Jakarta, 4 Februari 2016. TEMPO/Subekti

    Presiden Joko Widodo memberi sambutan pada acara Pertemuan Koordinasi Humas Kementerian / Lembaga dan BUMN untuk Percepatan Pembangunan 2016 di Istana Negara, Jakarta, 4 Februari 2016. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo rapat bersama sejumlah delegasi Asian Development Bank (ADB) di Istana Merdeka Jakarta, Jumat pagi 12 Februari 2016. Presiden didampingi sejumlah menteri, antara lain Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Sofyan Djalil dan Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro.

    Presiden ADB Takehiko Nakao bersama delegasi tiba di Istana Merdeka pada sekitar pukul 09.10 WIB.

    Kemarin, Takehiko menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk menawarkan kepada pemerintah Indonesia peningkatan jumlah pinjaman pembiayaan pembangunan infrastruktur di Tanah Air. Dana pinjaman yang disediakan ADB kepada pemerintah Indonesia meningkat sejak 2014 yang mencapai 710 juta dolar AS menjadi 1,5 miliar dolar AS pada 2015.

    "Kami ingin mendukung pembangunan di Indonesia tidak hanya di bidang infrastruktur, tetapi juga di bidang pendidikan, perbankan dan sektor swasta," kata Takehiko.

    Deputi Pendanaan Pembangunan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Wismana Adi Suryabrata mengatakan skema baru yang ditawarkan ADB berbeda dengan tiga skema sebelumnya, yakni pinjaman berbasis hasil (result-based lending), pinjaman langsung (direct lending), dan pinjaman konvensional.

    "Mereka menawarkan pencairan pinjaman berdasarkan kebutuhan pendanaan proyek-proyek APBN. Jadi tidak kaya procurement (pengadaan) sesuai mereka, namun ketika proyek itu selesai dan ada kekurangan pendanaan, mereka bisa menutupinya," kata Wismana.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.