Harga Kertas Makin Mahal, Penerbit Kembangkan Buku Digital

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung melihat hasil cetakan dari berbagai mesin cetak dan printer dalam pameran alat percetakan

    Pengunjung melihat hasil cetakan dari berbagai mesin cetak dan printer dalam pameran alat percetakan "all print" 2012 di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta, Kamis (8/11). TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Manajer redaksi Penerbit Mizan, Benny Rhamdani, mengatakan kelesuan ekonomi juga berpengaruh di industri buku. "Selain daya beli masyarakat menurun, ada kenaikan harga bahan baku, yaitu kertas," kata Benny di Gandaria City, Jakarta, Kamis, 11 Februari 2016.

    Benny mengatakan setiap kenaikan harga kertas, berdampak langsung ke harga buku. Misalnya, tahun lalu buku dijual Rp 45 ribu. Buku dengan seri yang sama tahun ini dijual Rp 52 ribu atau Rp 55 ribu.

    Untuk royalti penulis, menurut Benny, penerbit sudah membuat biaya standar. "Biaya produksi lainnya, kami upayakan seminimal mungkin," ujarnya. Tapi untuk biaya produksi seperti kertas, kata dia, penerbit tidak bisa menekan harga.

    Benny melanjutkan, sekarang industri buku berubah, tidak hanya mengandalkan buku cetak. "Sekarang kebanyakan penerbit mulai menerbitkan buku digital dan turunan lainnya," ujarnya. "Kalau tidak berpikir ke arah sana, mereka akan tenggelam karena persaingan di industri buku sendiri sekarang ketat."

    Biaya produksi untuk buku digital, menurut Benny, juga lebih murah. Maka harganya pun lebih murah dari buku cetak. Misalnya, novel best seller Dilan, karya Pidi Baiq, yang diterbitkan Mizan. Buku cetak Dilan seharga Rp 69 ribu, sementara harga ebook di Google Play Store Rp 41.250.

    Benny menjelaskan, biaya produksi ebook adalah editing, layout, desain, dan kerja sama dengan pihak penjual (online). "Dibanding buku cetak, yang hilang itu biaya kertas, distribusi, dan gudang, karena buku digital tidak perlu gudang," ujar dia.

    REZKI ALVIONITASARI



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Catatan Kinerja Pemerintahan, 100 Hari Jokowi - Ma'ruf Amin

    Joko Widodo dan Ma'ruf Amin telah menjalani 100 hari masa pemerintahan pada Senin, 27 Januari 2020. Berikut catatan 100 hari Jokowi - Ma'ruf...