Pembangunan Sesuai Rencana Tingkatkan Kepercayaan Investor

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengajak Presiden Joko Widodo meninjau Jakarta Smart City Lounge di Balai Kota, 29 Januari 2016. Hal ini dilakukan agar mampu memecahkan solusi dalam kekurangan infrastruktur. Ujar ahok saat diskusi dengan Jokowi. Tempo/ Aditia Noviansyah

    Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengajak Presiden Joko Widodo meninjau Jakarta Smart City Lounge di Balai Kota, 29 Januari 2016. Hal ini dilakukan agar mampu memecahkan solusi dalam kekurangan infrastruktur. Ujar ahok saat diskusi dengan Jokowi. Tempo/ Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah meyakini komitmen dan konsistensi pembangunan infrastruktur bisa meningkatkan kepercayaan investor dan calon investor terhadap Indonesia.

    Melalui keterangan tertulis, Kamis (11 Februari 2016), Presiden Joko Widodo menyampaikan pembangunan proyek infrastruktur tidak hanya untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana, tapi juga untuk menunjukkan keseriusan Pemerintah dalam membangun infrastruktur.

    Pada gilirannya, langkah ini bisa diharapkan meningkatkan kepercayaan kepada RI. "Saya terus ingin menunjukkan tol Trans Sumatera ini tidak hanya ke dalam negeri, tapi juga ke luar negeri," kata Presiden di lokasi pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera STA KM 77+200 Lampung  Selatan.

    ‎‎Dengan menunjukkan keseriusan pemerintah membangun infrastruktur akan meningkatkan kredibilitas pemerintah karena pembangunan infrastruktur memang sedang berjalan pengerjaannya.

    "Sehingga kalau ada kepercayaan itu, ada arus uang masuk ke negara  kita, akan ada arus investasi masuk ke Indonesia, akan ada arus modal masuk ke Indonesia," lanjut Kepala Negara.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.