Kamis, IHSG BEI Ditutup Naik 43,37 Poin ke Posisi 4.775,86

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (12/4). Naiknya harga saham Astra International dan saham perbankan menjadi pendorong pergerakan saham unggulan lain sehingga kenaikan indeks harga saham gabungan (IHSG) tertinggi di Asia dengan kenaikan 36 poin di level 2.881,692 dari penutupan akhir pekan lalu di level 2.845,011. TEMPO/Panca Syurkani

    Suasana Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (12/4). Naiknya harga saham Astra International dan saham perbankan menjadi pendorong pergerakan saham unggulan lain sehingga kenaikan indeks harga saham gabungan (IHSG) tertinggi di Asia dengan kenaikan 36 poin di level 2.881,692 dari penutupan akhir pekan lalu di level 2.845,011. TEMPO/Panca Syurkani

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks harga saham gabungan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis, 11 Februari 2016 ditutup naik sebesar 43,37 poin seiring dengan sentimen positif dari dalam negeri.

    Indeks harga saham gabungan (IHSG) BEI ditutup naik 43,37 poin atau 0,91 persen menjadi 4.775,86, sementara kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak melemah 9,38 poin (1,13 persen) menjadi 839,01.

    "Data penjualan eceran Indonesia yang dirilis meningkat menjadi sebesar 10,4 persen pada bulan Desember 2015, atau lebih tinggi dari 9,7 persen pada bulan sebelumnya menjadi salah satu penopang IHSG," kata analis Reliance Securities Lanjar Nafi di Jakarta, Kamis.

    Di sisi lain, dia menambahkan bahwa fluktuasi nilai tukar rupiah yang stabil di level Rp 13.500,00 per dolar AS juga mampu menarik kembali minat investor asing untuk melakukan aksi beli saham.

    Dalam data BEI, tercatat pemodal asing membukan beli bersih atau foreign net buy sebesar Rp 878,354 miliar pada Kamis ini.

    Kendati demikian, dia mengingatkan bahwa peluang terkoreksi untuk IHSG masih cukup terbuka. Secara teknikal, indikator stochastic menunjukan momentum jenuh beli (overbought).

    Kepala Riset Mandiri Sekuritas John Rahmat menambahkan bahwa bank sentral AS (Federal Reserve) yang mengindikasikan empat kali kenaikan suku bunga acuannya (Fed Funds Rate) pada 2016 diperkirakan tidak sesuai dengan rencana akibat risiko ekonomi global yang ditimbulkan China dan imbas dari rendahnya harga minyak dunia.

    "Faktor-faktor itu diperkirakan yang menjadi salah satu penopang bagi IHSG," katanya.

    Sementara itu, tercatat frekuensi saham di BEI mencapai 251.331 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 3,70 miliar lembar saham senilai Rp5,61 triliun. Efek yang bergerak naik sebanyak 150 saham, turun 118 saham, dan yang bergerak stagnan atau tidak bergerak nilainya sebanyak 111 saham.

    Bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng turun 742,37 poin (3,85 persen) ke level 18.545,80, dan indeks Bursa Malaysia melemah 0,46 poin (0,03 persen) ke level 1.643,95, dan Straits Times melemah 39,44 poin (1,53 persen) ke posisi 2.542,66.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?