Toshiba Diakuisisi Skyworth, PHK 300 Buruh  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang buruh korban PHK melakukan aksi teatrikal saat peringatan Hari Buruh sedunia (May Day) di Semarang. TEMPO/Budi Purwanto

    Seorang buruh korban PHK melakukan aksi teatrikal saat peringatan Hari Buruh sedunia (May Day) di Semarang. TEMPO/Budi Purwanto

    TEMPO.COJakarta - PT Toshiba Consumer Products Indonesia (TCPI) akan diakuisisi oleh salah satu produsen elektronik terbesar di Cina, Skyworth Group. “Toshiba dalam proses akuisisi oleh Skywoth,” kata Kepala Sub Direktorat Pencegahan Perselisihan Hubungan Industrial Kementerian Ketenagakerjaan RI Heru Widianto di Jakarta, Kamis, 11 Februari 2016.

    Heru mengatakan proses akuisisi yang dimulai sejak 2012 tersebut akan rampung tahun ini. Skyworth Co sendiri sudah lebih dulu memiliki anak perusahaan di Indonesia, yaitu PT Skyworth Indonesia sejak 2011.

    Proses akuisisi senilai 3 miliar yen atau Rp 341,02 miliar inilah yang, menurut Heru, kemudian memunculkan isu pemutusan hubungan kerja (PHK) di Toshiba.

    Heru pun tak menampik akan adanya efisiensi dari proses akuisisi yang telah masuk tahap akhir ini. Menurut dia, Toshiba akan merampingkan sekitar 30 persen dari jumlah pekerjanya. “Toshiba ada 906 karyawan. Akan dilakukan efisiensi sekitar 300 orang,” ujarnya.

    Meskipun wewenang perpindahan ada di tangan Rapat Umum Pemilik Saham (RUPS), Heru menegaskan perusahaan tak akan merombak total organisasinya. “Skyworth akan mengajak para pekerja ikut dalam PT Skyworth,” tegasnya.

    Pada Bursa Efek Shenzhen, Skyworth dikenal dengan simbol SZ000810. Skyworth adalah perusahaan raksasa yang memproduksi alat-alat elektronik konsumen, seperti televisi, set-top box digital, monitor keamanan dan CCTV, komunikasi jaringan, semi konduktor, lemari es, mesin cuci, 3C digitals, dan lampu LED. 

    Pada 2014, Skyworth menghuni peringkat ke-13 pada daftar Top-100 Electronic Information Technology Enterprises atau yang tertinggi di antara perusahaan-perusahaan elektronik asal Cina lainnya.

    PINGIT ARIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.