Mahaka Radio Integra Resmi Melantai di Bursa Efek

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mahaka Radio Integra, memperdagangkan sahamnya di Bursa Efek. Mari.co.id

    Mahaka Radio Integra, memperdagangkan sahamnya di Bursa Efek. Mari.co.id

    TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan berbasis media komunikasi, Mahaka Radio Integra, hari ini resmi mencatat dan memperdagangkan sahamnya di Bursa Efek dengan kode emiten MARI. Pencatatan saham perdana perseroan ini dilakukan setelah melakukan penawaran umum perdana saham pada 2-4 Februari 2016.

    MARI melepas 105.052.900 saham yang diperdagangkan atau sebesar 20 persen dari modal yang ditempatkan dan disetor perseroan setelah initial public offering atau IPO.

    Menurut Komisaris Utama MARI, Erick Thohir, perusahaan memperoleh pendanaan sekitar Rp 51 miliar dari pelepasan saham baru, yang akan digunakan untuk membayar utang ke bank dan untuk pengembangan usaha.

    "Sekitar 40 persen dari dana akan digunakan untuk pembayaran atas sebagian utang entitas anak perusahaan ke bank dan sekitar 60 persen untuk pengembangan usaha atau investasi perseroan," kata Erick Thohir di Bursa Efek Indonesia, Kamis, 11 Februari 2016.

    Saat ini MARI tercatat sebagai grup radio pertama yang berhasil mencatatkan sahamnya di Bursa Efek. Dalam momentum pencatatan saham tersebut, Erick optimistis perusahaannya dapat lebih berkembang setelah melakukan IPO. MARI memiliki margin EBITDA di atas 40 persen dan margin laba bersih di atas 30 persen, yang menunjukkan profitabilitas yang tinggi.

    "Kami optimistis akan membagikan deviden hingga 50 persen, melihat track record anak perusahaan MARI yang secara konsisten membagikan keuntungan dalam 3 tahun terakhir," katanya.

    MARI melakukan kegiatan usaha dengan melakukan investasi secara langsung pada perusahaan yang bergerak di bidang jasa penyiaran radio komersial serta memiliki tiga entitas anak perusahaan, yaitu PT Radio Attahiriyah, PT Radio Camar, dan PT Suara Irama Indah, yang masing-masing mengoperasikan stasiun radio komersial, yaitu 98,7 Gen FM Jakarta; 103,1 Gen FM Surabaya; dan 101 Jak FM Jakarta.

    DESTRIANITA KUSUMASTUTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.