Forum Bali Energi Bersih Ditargetkan Raup US$ 4 Miliar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri ESDM Sudirman Said (kedua kanan) berbincang dengan sejumlah penerima kontrak dan satuan kerja pengadaan barang dan jasa 2016 tahap II Kementerian ESDM di Balai Kartini, Jakarta, 2 Februari 2016. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

    Menteri ESDM Sudirman Said (kedua kanan) berbincang dengan sejumlah penerima kontrak dan satuan kerja pengadaan barang dan jasa 2016 tahap II Kementerian ESDM di Balai Kartini, Jakarta, 2 Februari 2016. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

    TEMPO.CO, Nusa Dua - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said mengatakan perhelatan Bali Clean Energy Forum (BCEF) di Nusa Dua, 11-12 Februari 2016, akan menghasilkan kerja sama bisnis pengembangan energi bersih yang optimal. Ia memperkirakan forum tersebut bisa meraup transaksi bisnis senilai US$ 4 miliar.

    "Selama forum, ada marketplace dan pameran," kata Sudirman saat membuka BFEC di Nusa Dua Convention Centre, Kamis, 11 Februari 2016. Ia mengatakan forum bisnis ini penting untuk mendorong percepatan penggunaan energi baru terbarukan. Selain meraup transaksi dalam bentuk investasi, forum ini bakal menyerap 18 ribu tenaga kerja. “Kalau tidak ada peran bisnis, ya sulit,” ujarnya.

    Selain forum bisnis, BCEF bakal menggelar pertemuan tingkat menteri. Ujungnya, BCEF akan melahirkan Misi Bali untuk pengembangan energi bersih. Pemerintah juga akan meluncurkan clean energy centre of excellence (CoE) atau Pusat Keunggulan Energi Bersih Indonesia di Bali. CoE akan dijadikan pusat pengembangan, penelitian, hingga fasilitas investasi pengembangan energi bersih.

    Bali dipilih sebagai lokasi karena daerah ini akan dijadikan provinsi percontohan penggunaan energi bersih. Hingga 5 tahun ke depan, 90 persen energi Bali ditargetkan berasal dari energi baru terbarukan. Bali dipilih menjadi provinsi percontohan lantaran banyak dikunjungi masyarakat internasional.

    KHAIRUL ANAM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.